Berita

Wawancara

WAWANCARA

Vence Rumangkang: ‘SBY Baru’ Mau Dipersiapkan Bertarung Dalam Pilpres 2014

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 02:24 WIB

RMOL. Vence Rumangkang tidak rela kalau SBY dan keluarganya ’disudutkan’ seolah-olah ingin maju sebagai capres dalam Pemilihan Presiden 2014.

’’Saya mengenal betul Pak SBY, kalau beliau bilang tidak ada  dinasti kekuasaan dalam ke­luarga Cikeas, begitulah fakta­nya,’’ ujar anggota Dewan Pem­bina Partai Demokrat itu, kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta, ke­marin.

Untuk itu, lanjut Ketua Dewan Pendiri Partai Demokrat tersebut, hentikanlah pergunjingan wacana perpanjangan jabatan Presiden, wacana pencalonan Ibu Ani Yu­dhoyono atau putra-putra­nya — Agus Harimurti Yudho­yo­no dan Edhie Baskoro Yudho­yo­no — se­bagai capres 2014.


“Lagipula kita akan persiapkan ‘SBY baru’ untuk capres 2014. Jadi, bukan dari keluarga SBY,” katanya.

Berikut kutipan seleng­kap­nya:

Siapa ‘SBY baru’ itu?
Belum dilihat sosoknya seka­rang ini. Yang jelas kami punya niat seperti itu. Yang jelas bukan SBY dan keluarganya yang di­per­siapkan maju sebagai capres 2014.

Apakah dari kader Demokrat?
Yang jelas orangnya harus putra terbaik bangsa. Kader-ka­der Partai Demokrat banyak yang berkualitas dan kapabel me­mim­pin negeri ini. Jadi, nggak terlalu sulit bagi kami untuk mencari yang terbaik.

Tapi bisa juga dari luar?
 Itu juga terbuka. Kan sudah saya bilang tadi, kami mencari putra terbaik bangsa, seperti SBY yang merupakan putra terbaik untuk saat ini. Tapi karena Pilpres 2014 tidak maju lagi karena ter­bentur dengan konstitusi, maka kami mencari figur lain. Tapi te­tap putra terbaik. Makanya kami mencari ‘SBY baru’.

Jangan-jangan sudah ada orangnya dong?
 Belum. Nanti ada saatnya un­tuk mengumumkan. Pilpres 2014 kan masih empat tahun lagi, itu masih lama. Jadi, sekarang ini SBY dan kader-kader Partai De­mok­rat berupaya sekuat tenaga un­tuk menyesejahterakan rakyat. Kalau kami bilang sedang me­nge­lus-elus Capres 2014, ntar di­kritik lagi. Demokrat itu hanya me­mikirkan kekuasaan, bukan memikirkan nasib rakyat, kan ujung-ujungnya dikritik lagi.

Jadi, Anda melihat per­gun­jingan terhadap keluarga Ci­keas itu bagian dari kritik?
Saya kira begitu, bahkan kritik­annya nggak sehat. Sebab, men­jurus ke pembunuhan karakter, seakan-akan keluarga Cikeas itu rakus jabatan.

Ini kan jelas-jelas menyerang pribadi SBY dan keluarganya. Tujuannya agar rakyat antipati kepada SBY. Kalau ini terjadi, berarti SBY rugi dan tentunya ber­­imbas kepada Partai De­mok­rat. Itu yang dimaui lawan-lawan politik. Padahal, kita tahu Pak SBY dan keluarganya tidak se­perti itu. Tidak ada niat mem­per­tahankan kekuasaan.

Anda yakin seperti itu?
Sangat yakin. Saya me­ngenal SBY sudah lama, se­hing­ga mengerti betul karakternya. Ka­lau dibilang seperti itu, ya se­perti itulah di lubuk hatinya yang ter­dalam. Jadi, itu bukan rekayasa.

Saat menggagas dan mendi­rikan Partai Demokrat, saya dan SBY sering bertemu. Yang kita bi­carakan selalu untuk kepen­tingan bangsa, negara, dan rakyat.

 Apalagi SBY kan sudah bicara tidak akan mau jabatannya diper­panjang tiga periode. Begitu juga putranya, Edhie Baskoro Yu­dhoyono yang kini menjabat Sek­re­taris Jenderal (Sekjen) Partai De­mokrat sudah menyatakan bah­wa keluarganya tidak ada niat mem­buat dinasti kekuasaan se­perti itu. Jadi, semuanya sudah klir, sehingga jangan lagi diper­debatkan.

Hal yang sama juga disam­paikan SBY saat buka puasa ber­sama di Cikeas, 22 Agustus lalu, bahwa beliau tidak mem­per­siap­kan keluarganya menjadi Capres 2014.

 Bagaimana kalau Partai De­mokrat mencalonkan Ibu Ani Yudhoyono?
Jujur saja ya, di internal Partai Demokrat memang ada wacana seperti itu. Tapi kan Pak SBY su­dah jelas-jelas mengatakan, tidak mempersiapkan dinasti keluarga untuk mempertahankan ke­kua­saan. Jadi, saya  kira itu nggak bakal terjadi.

Kalau putra SBY?
Ah, itu nggak masuk akal. Put­ra-putra SBY kan masih mu­da, masih membutuhkan penga­lam­an di dunia politik. Jadi, jangan terlalu khawatir berlebihan deh. Ibas juga sudah bilang bahwa dia ti­dak berpikir, kelak bisa meng­gantikan posisi SBY. Saya kira nggak ada lagi yang perlu di­po­le­mikkan.  [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya