Berita

Wawancara

WAWANCARA

Edhie Baskoro Yudhoyono: Saya Nggak Berpikir, Kelak Posisi Saya Sama Dengan SBY

JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 04:33 WIB

RMOL. Keluarga Cikeas jadi perbincangan akhir-akhir ini. Mulai dari wacana perpanjangan jabatan Presiden tiga periode. Pencalonan Ibu Ani Yudhoyono sebagai Capres 2014.

Bahkan diisukan, kalau SBY dan Ani Yudhoyono gagal maju dalam Pilpres 2014, maka diper­siapkan putra-putranya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Menanggapi hal itu, Ibas—panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono—yang kini menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Par­tai Demokrat mengatakan, ke­luarganya tidak ada niat membuat dinasti kekuasaan seperti itu.


“Bapak SBY sudah jelas-jelas menyampaikan tidak ada keingi­nan menjabat tiga periode. Begitu juga Ibu saya tidak berpikir untuk maju sebagai capres 2014,’’ ujar­nya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkap­nya:

Ruhut Sitompul melon­tar­kan wacana menambah satu periode masa jabatan Presiden, komentar Anda ?
Yang jelas apa yang disam­paikan Bang Ruhut itu bukan wacana dari Partai Demokrat. Itu pendapat pribadi sebagai warga negara yang harus kita hargai untuk memberikan pendapat atau usulan-usulan.

Saya perlu tegaskan, tak ada benak dari Partai Demokrat untuk menggulirkan wacana tersebut karena kita sudah cukup tahu bah­wa konstitusi sudah mengatur masa jabatan Presiden dua perio­de. Jadi dengan segala hormat dan juga menghargai spirit hu­kum konstitusi kita tertinggi bahwa masa jabatan presiden dua kali.

Tapi masalahnya kan MPR masih membuka peluang wa­cana amandemen UUD 1945, artinya peluang itu masih ada ?
Menurut saya apa yang disam­paikan Presiden SBY dalam Pe­ringatan Hari Konstitusi di MPR (Rabu,18/8) itu sudah sangat gamblang menyatakan bahwa bila masa jabatan Presiden ditam­bah, itu akan menjadi preseden buruk dalam arti ya governmen­tence to corrupt gitu. Jadi sudah cukup dan bersyukur Pak SBY sudah dinobatkan sebagai Pre­siden untuk kedua kalinya. Ba­nyak perubahan yang sudah bisa dilihat dan dirasakan. Namun ke depan juga kita mengisyaratkan lagi regenerasi kepemimpinan untuk ke depan.

Maksudnya? Seperti Anda masih cukup muda namun te­lah menduduki jabatan pen­ting  di Partai Demokrat, apakah punya keinginan untuk mengi­kuti jejak SBY ?
Saya mau lakukan sesuatu niat saja. Tapi saya sudah katakan di berbagai kesempatan bahwa saya tidak berpikir untuk memposisi­kan diri saya di kemudian hari sama dengan Pak SBY. Jadi apa yang kita lakukan hari ini, besok dan ke depan itu merupakan kegiatan yang terbaik dan kita berikhtiar terus, bekerja keras demi kepentingan bangsa dan negara.

Apakah soal kemungkinan Ibu Ani Yudhoyono maju pada Pil­pres 2014 ?
Saya katakan selama ini Ibu Ani sudah menjalankan fungsi­nya dengan baik dengan menjadi Ibu Negara yang luar biasa, aktif berperan dalam kegiatan sosial, membantu dan juga mensuk­seskan roda pemerintahan dalam hal ini sebagai Ibu negara. Jadi kita lihat dari sisi positif tersebut. Tapi tak ada keinginan terbersit sekalipun dari Ibu Ani untuk menjadi pemimpin di kemudian hari.

Banyak dukungan yang me­ng­a­lir kepada Ibu Ani, bagai­mana reaksinya ?
Kita berbahagia sekali bila pengamat-pengamat ataupun dari dukungan itu menganggap itu sebagai hal yang positif.

Hal yang genuine gitu. Tapi sekali lagi tak ada rencana atau­pun keinginan dari keluarga atau dari Ibu sendiri mungkin saat ini untuk berpikir sejauh itu.

Apakah Anda mendukung jika Ibu Ani dicalonkan sebagai Capres 2014 ?
Saya mendukung segala kegia­tan Ibu yang selalu menunjang segala kegiatan Bapak Presiden. Artinya dalam hal sosial, dalam hal kegiatan pendidikan, dan sebagainya.

Jadi keluarga tidak merestui Ibu Ani maju di 2014 ?
Sekali lagi saya mendukung bahwa apa yang dilakukan Ibu hari ini sudah sangat baik, sudah sangat luar biasa dan semuanya konkret dan dapat dirasakan, teru­tama dalam kegiatan sosial­nya sebagai Ibu Negara.

O ya, kembali ke wacana per­panjangan masa jabatan Pre­siden, apa MPR tidak perlu lagi ber­wacana soal itu meng­ingat SBY tidak mau jabatannya di­per­panjang ?
Yang jelas bukan Partai Demo­krat yang menggulirkan itu.

Tapi Anda sendiri secara pri­badi apakah mendukung waca­na soal perpanjangan masa jabatan Presiden ?
Saya pribadi, kalau berpen­da­pat tentunya kita memiliki pen­dapat masing-masing. Tapi secara organisasi partai politik, Partai Demokrat secara tegas menyata­kan tidak tepat dan tidak ingin wacana ini dikembangkan. Kita malah justru berharap apa yang sudah kita dapati hari ini dengan masa kepemimpinan SBY bisa berjalan baik, lancar, dan lebih fokus untuk memikirkan menge­nai pembangunan negara sekali­gus juga memperhatikan kesejah­teraan rakyat.

Tapi yang mendukung menu­rut keyakinan Ruhut bukan hanya dirinya saja ?
Kita melihat juga kan di DPR ini tergabung berbagai macam partai politik, ada 9 fraksi di DPR/MPR. Artinya semua fraksi atau pun semua partai politik tentunya berpikir hal yang sama. Kita harus menghargai juga Undang-undang yang berlaku saat ini tanpa harus mencari ce­lah-celah tertentu ataupun ya ke­mungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di kemudian hari. Tapi tak ada niatan sedikit­pun atau sebenak pikiran dari Partai Demokrat dalam hal ini Bapak SBY sebagai Ketua Dewan Pem­bina untuk menggu­lirkan wacana tersebut.

Apa ada instruksi khusus agar tidak melontarkan waca­na itu lagi ?
Yang jelas tidak ada usulan dari Partai Demokrat sejauh ini. Yang saya katakan sudah jelas bahwa wacana ini dikembangkan seo­rang individu atau personal yang menginginkan adanya kemung­kinan-kemungkinan tersebut. Dan wajar saja bila masyarakat ataupun orang per orang berpen­dapat atau menggulirkan usulan-susulan ataupun saran-saran maupun harapan-harapan kepada negaranya. Tapi sekali lagi tidak dalam konteks garis partai atau garis kebijakan partai yang menginginkan wacana itu di­gulirkan di MPR.

Jadi dengan kata lain Partai Demokrat tidak melarang ka­der­­­nya untuk berwacana se-per­­ti Ruhut ?
Yang jelas kalau dari garis Partai Demokrat tidak meng­ingin­kan wacana itu digulirkan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak akan ada wacana yang digulirkan dari Partai Demokrat. Kita menghargai konstitusi yang ada hari ini dan sama-sama kita jaga agar ke depan wacana ini tidak terus berkembang. Kemu­dian menyusul kita berpikir peme­rintahan hari ini bersama Demokrat sebagai partai pendu­kung bisa menjalankan roda-roda pemerintahan secara baik utnuk kemajuan dan pengembangan baik demokrasi maupun pemba­ngunan kesejahteraan masya­rakat.  [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya