RMOL. Keluarga Cikeas jadi perbincangan akhir-akhir ini. Mulai dari wacana perpanjangan jabatan Presiden tiga periode. Pencalonan Ibu Ani Yudhoyono sebagai Capres 2014.
Bahkan diisukan, kalau SBY dan Ani Yudhoyono gagal maju dalam Pilpres 2014, maka dipersiapkan putra-putranya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.
Menanggapi hal itu, Ibas—panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono—yang kini menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat mengatakan, keluarganya tidak ada niat membuat dinasti kekuasaan seperti itu.
“Bapak SBY sudah jelas-jelas menyampaikan tidak ada keinginan menjabat tiga periode. Begitu juga Ibu saya tidak berpikir untuk maju sebagai capres 2014,’’ ujarnya kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Ruhut Sitompul melontarkan wacana menambah satu periode masa jabatan Presiden, komentar Anda ?
Yang jelas apa yang disampaikan Bang Ruhut itu bukan wacana dari Partai Demokrat. Itu pendapat pribadi sebagai warga negara yang harus kita hargai untuk memberikan pendapat atau usulan-usulan.
Saya perlu tegaskan, tak ada benak dari Partai Demokrat untuk menggulirkan wacana tersebut karena kita sudah cukup tahu bahwa konstitusi sudah mengatur masa jabatan Presiden dua periode. Jadi dengan segala hormat dan juga menghargai spirit hukum konstitusi kita tertinggi bahwa masa jabatan presiden dua kali.
Tapi masalahnya kan MPR masih membuka peluang wacana amandemen UUD 1945, artinya peluang itu masih ada ?
Menurut saya apa yang disampaikan Presiden SBY dalam Peringatan Hari Konstitusi di MPR (Rabu,18/8) itu sudah sangat gamblang menyatakan bahwa bila masa jabatan Presiden ditambah, itu akan menjadi preseden buruk dalam arti ya
governmentence to corrupt gitu. Jadi sudah cukup dan bersyukur Pak SBY sudah dinobatkan sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Banyak perubahan yang sudah bisa dilihat dan dirasakan. Namun ke depan juga kita mengisyaratkan lagi regenerasi kepemimpinan untuk ke depan.
Maksudnya? Seperti Anda masih cukup muda namun telah menduduki jabatan penting di Partai Demokrat, apakah punya keinginan untuk mengikuti jejak SBY ?
Saya mau lakukan sesuatu niat saja. Tapi saya sudah katakan di berbagai kesempatan bahwa saya tidak berpikir untuk memposisikan diri saya di kemudian hari sama dengan Pak SBY. Jadi apa yang kita lakukan hari ini, besok dan ke depan itu merupakan kegiatan yang terbaik dan kita berikhtiar terus, bekerja keras demi kepentingan bangsa dan negara.
Apakah soal kemungkinan Ibu Ani Yudhoyono maju pada Pilpres 2014 ?
Saya katakan selama ini Ibu Ani sudah menjalankan fungsinya dengan baik dengan menjadi Ibu Negara yang luar biasa, aktif berperan dalam kegiatan sosial, membantu dan juga mensukseskan roda pemerintahan dalam hal ini sebagai Ibu negara. Jadi kita lihat dari sisi positif tersebut. Tapi tak ada keinginan terbersit sekalipun dari Ibu Ani untuk menjadi pemimpin di kemudian hari.
Banyak dukungan yang mengalir kepada Ibu Ani, bagaimana reaksinya ?
Kita berbahagia sekali bila pengamat-pengamat ataupun dari dukungan itu menganggap itu sebagai hal yang positif.
Hal yang
genuine gitu. Tapi sekali lagi tak ada rencana ataupun keinginan dari keluarga atau dari Ibu sendiri mungkin saat ini untuk berpikir sejauh itu.
Apakah Anda mendukung jika Ibu Ani dicalonkan sebagai Capres 2014 ?
Saya mendukung segala kegiatan Ibu yang selalu menunjang segala kegiatan Bapak Presiden. Artinya dalam hal sosial, dalam hal kegiatan pendidikan, dan sebagainya.
Jadi keluarga tidak merestui Ibu Ani maju di 2014 ?
Sekali lagi saya mendukung bahwa apa yang dilakukan Ibu hari ini sudah sangat baik, sudah sangat luar biasa dan semuanya konkret dan dapat dirasakan, terutama dalam kegiatan sosialnya sebagai Ibu Negara.
O ya, kembali ke wacana perpanjangan masa jabatan Presiden, apa MPR tidak perlu lagi berwacana soal itu mengingat SBY tidak mau jabatannya diperpanjang ?
Yang jelas bukan Partai Demokrat yang menggulirkan itu.
Tapi Anda sendiri secara pribadi apakah mendukung wacana soal perpanjangan masa jabatan Presiden ?
Saya pribadi, kalau berpendapat tentunya kita memiliki pendapat masing-masing. Tapi secara organisasi partai politik, Partai Demokrat secara tegas menyatakan tidak tepat dan tidak ingin wacana ini dikembangkan. Kita malah justru berharap apa yang sudah kita dapati hari ini dengan masa kepemimpinan SBY bisa berjalan baik, lancar, dan lebih fokus untuk memikirkan mengenai pembangunan negara sekaligus juga memperhatikan kesejahteraan rakyat.
Tapi yang mendukung menurut keyakinan Ruhut bukan hanya dirinya saja ?
Kita melihat juga kan di DPR ini tergabung berbagai macam partai politik, ada 9 fraksi di DPR/MPR. Artinya semua fraksi atau pun semua partai politik tentunya berpikir hal yang sama. Kita harus menghargai juga Undang-undang yang berlaku saat ini tanpa harus mencari celah-celah tertentu ataupun ya kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di kemudian hari. Tapi tak ada niatan sedikitpun atau sebenak pikiran dari Partai Demokrat dalam hal ini Bapak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina untuk menggulirkan wacana tersebut.
Apa ada instruksi khusus agar tidak melontarkan wacana itu lagi ?
Yang jelas tidak ada usulan dari Partai Demokrat sejauh ini. Yang saya katakan sudah jelas bahwa wacana ini dikembangkan seorang individu atau personal yang menginginkan adanya kemungkinan-kemungkinan tersebut. Dan wajar saja bila masyarakat ataupun orang per orang berpendapat atau menggulirkan usulan-susulan ataupun saran-saran maupun harapan-harapan kepada negaranya. Tapi sekali lagi tidak dalam konteks garis partai atau garis kebijakan partai yang menginginkan wacana itu digulirkan di MPR.
Jadi dengan kata lain Partai Demokrat tidak melarang kadernya untuk berwacana se-perti Ruhut ?
Yang jelas kalau dari garis Partai Demokrat tidak menginginkan wacana itu digulirkan. Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak akan ada wacana yang digulirkan dari Partai Demokrat. Kita menghargai konstitusi yang ada hari ini dan sama-sama kita jaga agar ke depan wacana ini tidak terus berkembang. Kemudian menyusul kita berpikir pemerintahan hari ini bersama Demokrat sebagai partai pendukung bisa menjalankan roda-roda pemerintahan secara baik utnuk kemajuan dan pengembangan baik demokrasi maupun pembangunan kesejahteraan masyarakat.
[RM]