Berita

Wawancara

WAWANCARA

Jafar Hafsah: Calon Lain Tak Ada Yang Kecewa, Semua Nyatakan Dukungannya

SELASA, 17 AGUSTUS 2010 | 01:26 WIB

RMOL. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Jafar Hafsah, tampaknya berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Misalnya, apakah merombak jajaran pengurus atau tetap mempertahankannya.

Apalagi, semua calon yang disebut-sebut selama ini, misal­nya Taufik Effendy, Sutan Bha­toegana, Saan Mustofa, dan Hayono Isman, sudah menyata­kan dukungannya.

Ini tentu membuat gembira Ketua Badan Pertimbangan Or­ga­nisasi (BPO) Himpunan Ke­rukunan Tani Indonesia (HKTI) itu. Tapi tentunya harus berhati-hati dalam mengeluarkan ke­bijakan.


“Calon-calon yang disebut-sebut itu sangat bagus-bagus semuanya. Punya jam terbang yang banyak. Jadi, tak ada  yang merasa kecewa dengan terpilih­nya saya. Karena saya juga dekat dengan mereka semua. Lagipula yang memilih saya adalah Ketua Dewan Pembina Partai Demo­krat, Pak SBY,’’ kata Jafar Haf­sah, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana komentarnya di­percaya memimpin fraksi ter­be­sar di DPR saat ini?
Ini adalah kepercayaan, ama­nah, dan tanggung jawab. Karena fraksi ini adalah perpanjangan DPP Partai Demokrat. Jadi, se­bagai kader Partai Demokrat tentu saya harus siap melaksa­nakan tugas ini.

Tapi tugas ini kan sangat be­rat karena harus menga­man­kan kebijakan peme­rintah?
Saya tahu itu berat. Sebab, me­mimpin fraksi terbesar di DPR, dengan 148 anggota. Di satu sisi saya mendapatkan ke­hormatan, di sisi lain saya men­dapat tang­gung jawab yang harus diemban.

Tapi yakin kan bisa melak­sana­kannya?
Berkat dukungan semua anggo­ta Fraksi Partai Demokrat, tentu Insya Allah saya mampu melaksanakannya.

Termasuk menjaga hubu­ngan dengan fraksi koalisi pe­merintah?
Ya, harus dong. Menjaga hubu­ngan dengan suatu keharusan.

O ya, kapan Anda menerima laporan tentang kabar gembira tersebut?
Langsung disampaikan saat pertemuan Sabtu (14/8) malam di Cikeas, yakni pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina Partai De­mokrat, Pak SBY. Itu diputuskan pukul 21.00 WIB.

Atas pertimbangan apa Ke­tua Dewan Pembina memilih Anda?
Saya tidak tahu pasti, apa per­timbangan Pak SBY memilih saya.  Yang jelas, saya bekerja di partai sudah lima tahun. Perja­la­nan saya pertaruhkan untuk partai dan DPR. Begitu juga penga­laman saya di birokrasi juga su­dah matang.

Apakah saat pertemuan itu ada calon yang lain hadir?
Tidak ada. Hanya saya sendiri.

Bagaimana tanggapan dari keluarga?
Oh, keluarga sudah terbiasa dengan kabar seperti itu. Karena saya sendiri tidak pernah berhenti berorganisasi dan jabatan penting sering saya duduki. Kemudian diberi kepercayaan oleh partai. Ya, saya akan jalankan dengan baik.

O ya, apa ada acara pelan­tikan?
Tidak ada acara pelantikan.

Lantas bagaimana tangga­pan dari calon lain?
Mereka itu semua jam terbang­nya bagus. Jadi tidak ada kandi­dat yang merasa kecewa dengan terpilihnya saya. Karena saya juga dekat dengan mereka semua. Lagipula yang memilih saya adalah Ketua Dewan Pembina.

Anda juga sebagai Ketua Ba­dan Pertimbangan Organisasi (BPO) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), bagai­mana mengatur waktunya?
Ya, alhamdulillah saya dilahir­kan sebagai pekerja sosial, se­hingga alhamdulillah saya bisa menghandle irama-irama itu.

Yakinkah bisa menghandle ke­dua jabatan tersebut?
O ya bisa. Sekarang komuni­kasi sudah canggih. Jadi saya bisa memanfaatkan komunikasi itu untuk menjalankan tugas-tugas saya. 

Adakah ucapan dari Ketua Umum HKTI Prabowo Su­bian­to terkait pemilihan anda seba­gai Ketua Fraksi Demo­krat?
Tentu ada. Saya malah dikirim SMS berupa ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan sebagai Ketua Fraksi Demokrat. Kami bersama dengan pengurus HKTI bangga atas terpilihnya Anda. Begitu isi SMS-nya.

Apa programnya sebagai Ke­tua Fraksi Demokrat DPR?
Pertama, saya melanjutkan misi-misi untuk menjalankan fungsi pengawasan legislasi dan fungsi budgeting. Oleh karena itu legislasi kita mendorong lahirnya dan terwujudnya Undang-un­dang. Dan kami dari Partai Demokrat mendukung aktif untuk itu.

Kedua, bagaimana semakin memantapkan hubungan sesama anggota Fraksi Partai Demokrat DPR.

Ketiga, menjaga hubungan yang bagik antar fraksi di DPR.

Keempat, memahami aspirasi daripada konstituen dan rakyat secara keseluruhan. Kemudian kita memberi saran-saran kepada pemerintah, sehingga dari peme­rintah keluar kebijaksanaan yang pro rakyat. Fraksi kami menga­wal penuh kebijaksanaan tersebut.

Apakah Anda meniru kepe­mim­pinan Ketua Fraksi Partai Demokrat sebelumnya?
Kepemimpinan Pak Anas Urbaningrum itu sudah bagus, tentu saya wajib melanjutkan yang baik-baik itu.

Lantas bagaimana dengan target Anda ke depan di HKTI?
HKTI adalah wadah pertanian. Kami ingin mensejahterakan pe­tani Indonesia. Kemudian mem­bantu, memperbaiki dan mening­katkan petani-petani kita dengan asetnya. Baik mengenai sertifikat tanahnya.   [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya