Berita

Wawancara

WAWANCARA

Mas Achmad Santosa: Tak Hanya Dengan Denny, Saya Juga Sering Beda Pendapat Dengan Herman

SENIN, 16 AGUSTUS 2010 | 01:48 WIB

RMOL. Bergabungnya kembali Herman Effendy membawa ’berkah’ bagi Satuan Tugas (Sat­gas) Pemberantasan Mafia Hukum.

Lembaga yang dikomandoi Kuntoro Mangkusubroto kian garang melakukan pemberan­tasan mafia hukum. Sebab, tim ini sudah solid lagi menjadi enam orang, sehingga memberikan sun­tikan energi.

Herman Effendy merupakan jenderal bintang dua yang me­wakili institusi kepolisian di Sat­gas. Dia sempat dikabarkan mun­dur gara-gara berbeda pandangan dengan Sekretaris Satgas, Denny Indrayana, terkait rekening gen­dut perwira polisi.


Anggota Satgas Pemberanta­san Mafia Hukum,  Mas Achmad Santosa mengatakan, dengan ha­dir­nya Herman Effendy dalam rapat Satgas, Rabu (12/8) lalu, mem­berikan semangat bagi me­reka untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin.  

“Kini kami semakin berse­ma­ngat lagi bekerja untuk melaku­kan pembenahan dalam sistem aparat penegak hukum. Kini ba­nyak pengaduan dari masyarakat. Bahkan ada beberapa program pemantauan secara tertutup yang sedang kita olah dan kita laksa­nakan. Jadi kita sedang se­ma­ngat-semangatnya sekarang ini,’’ paparnya kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta,  di Jakarta, Jumat (13/8).

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana sih kondisi keba­thinan Satgas setelah  kehadi­ran Herman Effendy yang sem­pat di­kabarkan mundur tapi bergabung kembali?
Tentu. Beliau datang rapat. Jadi sudah komplit kita. Jadi kita ber­syukur banget sudah lengkap kembali (personil Satgas) gitu.

Apa Herman dalam rapat itu sangat serius?
Ya sangat serius. Beliau sangat aktif kok mem­berikan masukan dan saran. Bahkan dia juga ikut mengambil keputusan. Jadi kami mensyu­kurilah. Artinya, dengan kondisi seperti ini membuat kami sema­ngat tinggi dalam menye­lesaikan berbagai pengaduan masyarakat. Sekaligus  kami se­dang melaku­kan kajian untuk pembenahan sis­tem dan peman­tauan tertutup da­lam perkara-per­kara tertentu.

Bagaimana kesimpulan soal perbedaan pandangan antara Denny Indrayana dengan Her­man?
Berbeda pandangan itu biasa. Saya sendiri juga seringkali ber­beda pendapat dengan Pak Yunus Husein, dengan Pak Darmono, Pak Denny, tapi itu biasa, sangat wajar. Perbedaan pendapat itu kan kadang-kadang bisa sedikit memanas, tapi menurut kita itu sebagai sesuatu hal yang biasa. Cuma kadang-kadang mencuat ke publik. Jadi saya tegaskan bah­wa sekarang kita sudah kembali normal, 6 orang itu ikut dalam rapat untuk menyelesaikan semua pekerjaan.

Apa betul Herman mau mun­­dur gara-gara Satgas mau mem­bongkar rekening gendut Polri?
Nggak betul itu. Masalahnya ada perbedaan pendapat saja. Kita kan tidak selamanya berpen­dapat sama. Tidak hanya saja Pak Denny dengan Pak Herman, tapi kadang Pak Herman dengan saya berbeda pendapat. Kadang saya dengan Pak Denny, tapi itu biasa.

Apa Satgas masih berkeingi­nan agar kasus rekening gen­dut polisi itu tetap dibuka se­cara terang benderang?
Kalau itu kita belum putuskan sama sekali.

O ya, apa gugatan terhadap Keppres soal pembentukan Sat­­gas mempengaruhi kinerja?
 Tidak dong. Sekarang kita sedang semangat-semangatnya. Kini banyak pengaduan dari masyarakat dan ada beberapa program pemantauan secara ter­tutup yang sedang kita olah dan kita laksanakan.

Apa gara-gara gugatan itu ditolak oleh MA?
Menurut kita sih Satgas punya sikap baik, niat baik dan kita meng­anggap ini bukan alat pen­citraan. Kita bekerja keras dan tetap obyektif dalam memberan­tas mafia hukum, gitu saja. Jadi tidak relevan kalau dikatakan se­nang atau tidak senang. Tapi kita sedang semangat tinggi sekarang dalam melaksanakan tugas.

Bukankah dengan adanya gu­­gatan ini menunjukkan bah­wa banyak pihak yang tidak senang dengan kinerja satgas?
Ya, pastilah karena memang mafia itu ada di mana-mana. Jadi wajar saja kalau misalnya ada per­lawanan dari pihak-pihak yang merasa tidak suka terhadap Satgas.

 Tapi bisa juga ditafsirkan bah­wa sejak dibentuk, Satgas belum terlihat kinerjanya?
Kata siapa? Saya beri contoh kayak kasus yang dilaporkan Pak Susno Duadji (bekas Kabares­krim Mabes Polri), memang ka­lau tidak ada Satgas apakah akan ditindaklanjuti? Saya tanya di­tindaklanjuti nggak? Tapi yang penting kita kerja sajalah. Nggak relevanlah untuk mengatakan bahwa Satgas sukses atau tidak suskes, yang penting kita kerja­lah.  [RM]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya