Berita

Wawancara

WAWANCARA

Hayono Isman: Calon Ketua Fraksi Demokrat Mengerucut Jadi Tiga Orang

JUMAT, 06 AGUSTUS 2010 | 04:44 WIB

Jakarta, RMOL. Pernyataan Anas Urbaningrum bahwa tidak ada dikotomi tua muda menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR memberikan angin segar bagi Hayono Isman dan Taufik Effendy.

Kedua politisi senior ini sempat disebut-sebut menjadi calon Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, tapi gaungnya kalah di­banding calon lain dari politisi muda seperti Sutan Bhatoegana dan Saan Mustopa.

“Saya sebenarnya berharap yang muda yang terpilih menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR. Sebab, politisi muda De­mo­krat itu cepat belajar kok,’’ ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Senin (3/8).

Namun saat diwawancarai ke­marin, Hayono Isman mengaku, DPP Partai Demokrat hanya me­ngajukan tiga nama ke Ketua De­wan Pembina Partai Demo­krat SBY.

“Calonnya sudah mengerucut jadi tiga orang,” yakni Taufik Effendy, Sutan Bhatoegana dan Saan Mustopa. Saya sendiri tidak diusulkan oleh DPP Partai De­mokrat,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa betul Anda tidak dica­lon­kan?

Yang saya dengar seperti itu.

Mungkin saya dengar kali?

Makanya coba cek saja dulu ke DPP Partai Demokrat ya.

Apa Anda tidak kecewa?

Saya tidak kecewa karena ke­tiga calon itu pantas. Jabatan Ke­tua Fraksi ini kan hanya pe­nu­gasan. Siapapun yang terpilih saya dukung.

Anda melihat ketiga calon ter­­sebut bagaimana?

Menurut saya ketiga-tiganya pantas. Masing-masing punya kelebihan dan pasti siapapun yang terpilih nantinya pasti akan saya dukung.

O ya, kenapa harus yang muda?

Karena kita sudah memberikan contoh yang baik. Saya lihat yang muda-muda ini sudah jago, me­reka bisa belajar dengan cepat, bisa mengetahui bagaimana seluk beluk di DPR, dan bagaimana bisa melobi teman-teman di fraksi yang lain.

Memang siapa saja yang di­anggap muda itu?

Ya, banyaklah yang berpotensi. Misalnya, Saan Mustofa, dia juga temannya Anas. Kemudian saya lihat Ahsanul Qosasi juga bisa.

Tapi mereka kan tidak dia­jukan ke Ketua Dewan Pem­bina Partai Demokrat SBY?

Tapi bisa saja dipilih, itu pen­dapat pribadi saya. Jujur ya, saya juga nggak tahu apakah saya di­jadikan calon atau tidak. Yang je­las ini penugasan, bukan pe­mili­han.

Anas Urbaningrum menga­ta­kan tidak ada dikotomi tua muda menjadi Ketua Fraksi Partai De­mokrat DPR, komen­tar Anda?

Betul. Di partai kami tidak mempersoalkan masalah umur. Yang terpenting adalah sejauh­mana orang itu bisa menjalankan tugas. Tapi saya lihat orang-orang muda Demokrat sudah mampu memimpin.

Kalau Anda terpilih, apa stra­­tegi untuk menjaga hu­bungan dengan delapan fraksi yang lain di DPR?

Bagaimana ya, saya nggak bisa menjawabnya. Sebaiknya jangan berandai-andai. Apalagi saya dengar saya tidak dicalonkan lagi. Kita tunggu keputusan partai. Siapa pun yang nantinya terpilih, ya kita dukung. Mengingat ini penugasan dari partai, siapa pun harus siap. Tapi sebaiknya me­mang yang muda saja.

Tampaknya Anda pasrah ya, kenapa tidak melakukan ma­nuver?

Ya dong. Ini kan bukan pemi­lihan. Jadi, nggak ada manuver-ma­nuver untuk mengalahkan calon-calon lainnya. Apa yang mau di­ka­lah­kan. Wong ini pe­nugasan kok.

Tapi siap kan kalau dipilih nanti?

Siap atau tidak, ya semua kader tentu harus siap meneruskan tong­kat estafet kepemimpinan fraksi yang ditinggalkan Anas Urbaningrum. Saya pribadi, ingin memperbaiki solidaritas internal fraksi dan meningkatkan komu­nikasi dengan fraksi lain.

Berarti Anda mempersiap­kan diri dong, tapi kenapa se­lalu meng­gadang-gadang yang muda?

Politisi muda Demokrat itu sudah bisa diandalkan, makanya saya bangga dengan mereka.

Tapi jadi Ketua Fraksi itu mem­­butuhkan kepiawaian me­lobi?

Betul.  Ketua Fraksi yang baru  ha­rus mampu menjadi pelobi ulung terhadap fraksi-fraksi lain, sehingga dapat mengangkat citra Demokrat di mata publik.

Apa harapan Anda terhadap Ketua Fraksi Demokrat yang ter­pilih nanti?

Yang paling penting adalah melobi, bagaimana menjalin ko­munikasi yang baik dengan dela­pan fraksi lain di DPR. Selain itu, mampu mengurusi internal par­tai, yakni bagaimana menjaga ko­munikasi yang baik dengan 148 anggota DPR dari Demo­krat.[RM]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya