Jakarta, RMOL. Pernyataan Anas Urbaningrum bahwa tidak ada dikotomi tua muda menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR memberikan angin segar bagi Hayono Isman dan Taufik Effendy.
Kedua politisi senior ini sempat disebut-sebut menjadi calon Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, tapi gaungnya kalah dibanding calon lain dari politisi muda seperti Sutan Bhatoegana dan Saan Mustopa.
“Saya sebenarnya berharap yang muda yang terpilih menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR. Sebab, politisi muda Demokrat itu cepat belajar kok,’’ ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Senin (3/8).
Namun saat diwawancarai kemarin, Hayono Isman mengaku, DPP Partai Demokrat hanya mengajukan tiga nama ke Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY.
“Calonnya sudah mengerucut jadi tiga orang,” yakni Taufik Effendy, Sutan Bhatoegana dan Saan Mustopa. Saya sendiri tidak diusulkan oleh DPP Partai Demokrat,’’ ujarnya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa betul Anda tidak dicalonkan?
Yang saya dengar seperti itu.
Mungkin saya dengar kali?
Makanya coba cek saja dulu ke DPP Partai Demokrat ya.
Apa Anda tidak kecewa?
Saya tidak kecewa karena ketiga calon itu pantas. Jabatan Ketua Fraksi ini kan hanya penugasan. Siapapun yang terpilih saya dukung.
Anda melihat ketiga calon tersebut bagaimana?
Menurut saya ketiga-tiganya pantas. Masing-masing punya kelebihan dan pasti siapapun yang terpilih nantinya pasti akan saya dukung.
O ya, kenapa harus yang muda?
Karena kita sudah memberikan contoh yang baik. Saya lihat yang muda-muda ini sudah jago, mereka bisa belajar dengan cepat, bisa mengetahui bagaimana seluk beluk di DPR, dan bagaimana bisa melobi teman-teman di fraksi yang lain.
Memang siapa saja yang dianggap muda itu?
Ya, banyaklah yang berpotensi. Misalnya, Saan Mustofa, dia juga temannya Anas. Kemudian saya lihat Ahsanul Qosasi juga bisa.
Tapi mereka kan tidak diajukan ke Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY?
Tapi bisa saja dipilih, itu pendapat pribadi saya. Jujur ya, saya juga nggak tahu apakah saya dijadikan calon atau tidak. Yang jelas ini penugasan, bukan pemilihan.
Anas Urbaningrum mengatakan tidak ada dikotomi tua muda menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, komentar Anda?
Betul. Di partai kami tidak mempersoalkan masalah umur. Yang terpenting adalah sejauhmana orang itu bisa menjalankan tugas. Tapi saya lihat orang-orang muda Demokrat sudah mampu memimpin.
Kalau Anda terpilih, apa strategi untuk menjaga hubungan dengan delapan fraksi yang lain di DPR?
Bagaimana ya, saya nggak bisa menjawabnya. Sebaiknya jangan berandai-andai. Apalagi saya dengar saya tidak dicalonkan lagi. Kita tunggu keputusan partai. Siapa pun yang nantinya terpilih, ya kita dukung. Mengingat ini penugasan dari partai, siapa pun harus siap. Tapi sebaiknya memang yang muda saja.
Tampaknya Anda pasrah ya, kenapa tidak melakukan manuver?
Ya dong. Ini kan bukan pemilihan. Jadi, nggak ada manuver-manuver untuk mengalahkan calon-calon lainnya. Apa yang mau dikalahkan. Wong ini penugasan kok.
Tapi siap kan kalau dipilih nanti?
Siap atau tidak, ya semua kader tentu harus siap meneruskan tongkat estafet kepemimpinan fraksi yang ditinggalkan Anas Urbaningrum. Saya pribadi, ingin memperbaiki solidaritas internal fraksi dan meningkatkan komunikasi dengan fraksi lain.
Berarti Anda mempersiapkan diri dong, tapi kenapa selalu menggadang-gadang yang muda?
Politisi muda Demokrat itu sudah bisa diandalkan, makanya saya bangga dengan mereka.
Tapi jadi Ketua Fraksi itu membutuhkan kepiawaian melobi?
Betul. Ketua Fraksi yang baru harus mampu menjadi pelobi ulung terhadap fraksi-fraksi lain, sehingga dapat mengangkat citra Demokrat di mata publik.
Apa harapan Anda terhadap Ketua Fraksi Demokrat yang terpilih nanti?
Yang paling penting adalah melobi, bagaimana menjalin komunikasi yang baik dengan delapan fraksi lain di DPR. Selain itu, mampu mengurusi internal partai, yakni bagaimana menjaga komunikasi yang baik dengan 148 anggota DPR dari Demokrat.[RM]