Gelandang kreatif asal Catalunya ini tampil sebagai figur paling diunggulkan sepanjang musim dan sukses mengonfirmasi status legendarisnya di kancah sepak bola wanita dunia.
Keberhasilan Putellas meraih bola emas tahun ini tidak didapatkan dengan mudah, mengingat ia harus bersaing dalam terna elit bersama rekan setimnya Ewa Pajor, gelandang serang asal Haiti Melchie Dumornay, serta penyerang timnas Inggris Alessia Russo.
Ewa Pajor tampil sebagai salah satu penyerang paling mematikan di daratan Eropa musim ini dengan membukukan catatan fantastis berupa 31 gol dan 12 assist dari 40 pertandingan di berbagai ajang.
Pajor bahkan keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Champions berkat torehan 11 gol dari 10 pertandingan, yang sekaligus menjadi motor utama keberhasilan Barcelona merengkuh gelar juara Eropa.
Di sisi lain, Melchie Dumornay turut menunjukan performa luar biasa sebagai kekuatan dominan di lini serang Olympique Lyon. Pemain asal Haiti tersebut menyumbangkan 22 gol dan 12 assist, serta sukses memimpin skuad Lyon melaju hingga babak final Liga Champions.
Kendati mendapat perlawanan sengit dari para pesaing tajam tersebut, konsistensi dan magis permainan Alexia Putellas di atas lapangan tetap menjadi penentu utama yang membawanya kembali berdiri di puncak dunia.
BERITA TERKAIT: