UUD 2002 adalah sebuah
gameboard berbangsa dan bernegara yang menjadikan
Londo Ireng sebagai pilihan aksi paling rasional. Hal itu untuk bertahan, lalu berjaya dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara. Alih-alih terbangun
character and nation building, yang terjadi adalah
character and nation dismantling. UUD 1945 dirumuskan oleh para ulama dan cendekiawan lurus pendiri bangsa sebagai pernyataan perang melawan segala bentuk penjajahan sekaligus strategi besar untuk memenangkan peperangan tersebut. UUD 2002 justru mengundang berbagai bentuk penjajahan baru.
Setelah MPR dilumpuhkan menjadi sekedar
joint session tanpa kewenangan pengambilan keputusan apapun, kepolisian diletakkan langsung di bawah presiden yang dihasilkan melalui pemilihan langsung-fraud-prone dan penuh intrik dagang sapi para elite parpol. Bahkan elite parpol ini dijadikan sasaran
surveillance oleh polisi.
Democratic policing selama 10 tahun rezim Jokowi telah mengubah Polri menjadi organisasi yang paling berbahaya bagi NKRI.
Di tangan Jokowi, perwira-perwira tinggi Polri kemudian dijadikan
Londo paling
Ireng yang sangat komprador bersama para
Taipan Ireng oleh kekuatan-kekuatan nekolim asing yang ingin terus menjajah NKRI. Modusnya adalah
transfer pricing, under invoicing, dan operasi tambang serta perkebunan berskala luas ugal-ugalan serta berbagai manipulasi eskpor hasil-hasil tambang dan produk agromaritim yang telah merugikan keuangan negara secara masif.
Para kapitalis kacangan yang lahir di akhir Orde Baru, berkembang pesat menjadi kapitalis tulen di era Jokowi.
Kebanggaan kaum reformis tentang
check and balances oleh DPR pupus menghadapi partai coklat dengan kemampuan
massive surveillance di tangan Jokowi. Operasi penyadapan itu berlangsung hingga terbongkar oleh Kapolri Suyudi Ario Seto belum lama ini.
Trauma totalitarian Soeharto yang ingin dicegah kaum reformis ternyata melahirkan Jokowi yang dengan lihai memelintir
democratic policing demi menjinakkan lawan-lawan politiknya, termasuk dengan memperalat KPK.
Penyadapan mantan Kapolri LSP dkk atas presiden Prabowo adalah bentuk pengkhianatan atas semangat kepahlawanan para pendiri bangsa, serta para pejuang kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka bagi kemerdekaan NKRI.
Keterpurukan NKRI oleh sekelompok
Londo Ireng yang bersekongkol dengan
Londo asli nekolim adalah buah kudeta atas UUD 1945 karya para pendiri bangsa. Tiba saatnya semua komponen bangsa untuk mengkonsolidasikan diri menegakkan kembali amanat UUD 1945 guna menghentikan langkah sabotase
Londo-londo ireng maupun
Londo-londo asli nekolim.
Prof. Daniel Mohammad RosyidGuru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), pemerhati kebangsaan
BERITA TERKAIT: