Emas Dunia Terkoreksi Usai Data Tenaga Kerja AS Perkuat Dolar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 07 November 2026, 09:04 WIB
Emas Dunia Terkoreksi Usai Data Tenaga Kerja AS Perkuat Dolar
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Reli emas dunia mendapat ujian setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah. Kondisi ini meningkatkan peluang Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 6 November 2026, waktu AS, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 4.074,36 Dolar AS per ons. Pada awal perdagangan, emas bahkan sempat merosot lebih dari 1 persen hingga menyentuh 4.033,29 Dolar AS per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,9 persen ke 4.074,90 Dolar AS per ons.

Meski melemah pada perdagangan harian, emas masih mencatatkan kenaikan 5,2 persen sepanjang pekan ini. Kinerja tersebut menempatkannya di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan terbaik sejak akhir Agustus.

Tekanan terhadap emas muncul setelah data menunjukkan penambahan lapangan kerja nonpertanian AS pada Oktober melampaui perkiraan. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1 persen, menandakan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat.

Data tersebut mendorong dolar AS naik 0,7 persen ke level tertinggi sejak 29 Oktober. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun juga meningkat. Penguatan dolar membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi daya tariknya.

Selain itu, pasar semakin memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada Desember. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga meningkat menjadi 81 persen dari sebelumnya 72,8 persen sebelum data tenaga kerja dirilis. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan bunga atau imbal hasil.

Sementara itu, harga perak naik 0,8 persen menjadi 52,18 Dolar AS per ons dan platinum menguat 1,6 persen ke 1.541,42 Dolar AS per ons. Sebaliknya, paladium turun 0,6 persen menjadi 1.024,59 Dolar AS per ons. Ketiganya masih berada di jalur kenaikan mingguan. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA