GENTING Collaboration Summit 2026 mempertemukan mitra pentaheliks (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media) dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat sinergi dalam Program GENTING dan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Upaya STM dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Dompu terus diwujudkan secara berkelanjutan. Sejak 2017 hingga kini, STM telah mendukung pelengkapan fasilitas pada 42 unit posyandu dan polindes, meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi layak dengan membangun 618 unit jamban keluarga, serta menyediakan infrastruktur air bersih yang menjangkau 8.828 penerima manfaat.
Seluruh program tersebut merupakan bagian dari Program Partisipasi Desa (PPD) STM yang berlangsung di sekitar wilayah kerja Proyek Hu'u.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dompu, Daryati Kustilawati mengungkapkan bahwa STM telah menunjukkan peran nyata sebagai mitra kerja pemerintah dalam pencegahan dan penurunan stunting.
“Kontribusi STM sebagai mitra kerja nyata telah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan, salah satunya penyediaan akses air bersih bagi keluarga berisiko stunting, terutama keluarga yang berada pada kelompok desil 1 sampai 4,” kata Daryati dalam keterangannya, dikutip Jumat 6 November 2026.
Daryati menambahkan, penanggulangan stunting tidak dapat dikerjakan oleh pemerintah seorang diri. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan.
Senior Community Relations Analyst STM Vovia Witni mengatakan, selain dukungan sarana dan prasarana kesehatan, upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui bantuan distribusi pangan bergizi.
“Pada 2023 lalu, STM menyalurkan 45.000 butir telur melalui 10 puskesmas di Kabupaten Dompu. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak yang teridentifikasi mengalami
stunting, wasting, dan
underweight,” kata Witni.
Menurut Witni, berbagai program tersebut merupakan wujud partisipasi aktif STM dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Dalam pelaksanaannya, kami senantiasa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat. Kami percaya bahwa masyarakat yang sehat adalah faktor kunci dalam mewujudkan pertumbuhan daerah,” kata Witni.
BERITA TERKAIT: