Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam peresmian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksi Bekasi-2 Plant Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia).
Eniya menilai inisiatif CCEP Indonesia memperlihatkan kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung pencapaian target transisi energi. Menurutnya, upaya tersebut perlu diperluas melalui kemitraan dengan berbagai pihak.
“Pencapaian target transisi energi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," kata Eniya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis 5 November 2026.
PLTS Atap yang dioperasikan di Bekasi-2 Plant memiliki kapasitas 1,4 megawatt peak (MWp). Instalasi yang dibangun di area seluas 9.669 meter persegi tersebut diproyeksikan mampu membantu mengurangi emisi hingga 1,89 ton CO?e per tahun.
Proyek ini dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Cikarang Listrindo Tbk sebagai mitra penyedia solusi energi surya. Kolaborasi tersebut memungkinkan CCEP Indonesia memperluas penggunaan energi terbarukan di fasilitas produksinya, khususnya di wilayah operasional Cikarang Listrindo.
Public Affairs, Communications, & Sustainability Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho mengatakan, pengoperasian PLTS Atap tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun operasional yang lebih berkelanjutan.
“Peresmian PLTS Atap di Bekasi-2 Plant merupakan langkah nyata kami untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam operasional sekaligus mengurangi emisi karbon," kata Dhedy.
Inisiatif ini, lanjutnya, sekaligus melanjutkan pemasangan PLTS Atap yang telah dilakukan CCEP Indonesia di sejumlah fasilitas produksi lainnya. Perusahaan berupaya meningkatkan porsi energi terbarukan dalam kegiatan operasional sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda dekarbonisasi industri nasional.
Keterlibatan PT Cikarang Listrindo Tbk dalam proyek tersebut juga mencerminkan pentingnya kemitraan antara sektor manufaktur dan penyedia energi. Sinergi keduanya diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang pemanfaatan energi bersih di kawasan industri.
Selain peresmian operasional PLTS Atap, kegiatan tersebut turut diisi diskusi bertema “Akselerasi Transisi Energi melalui Kolaborasi Industri dan Penyedia Solusi Energi untuk Industri Berkelanjutan”.
Forum itu mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas strategi mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mendorong transformasi industri menuju kegiatan produksi yang lebih efisien dan rendah karbon.
BERITA TERKAIT: