Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan pertumbuhan sebesar 5,04 persen yoy. Angka itu sedikit melambat dibandingkan kuartal II-2026 yang mencapai 5,06 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud mengatakan besarnya kontribusi tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat masih terjaga.
"(Besarnya kontribusi rumah tangga) menunjukkan bahwa masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat," kata Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis 5 November 2025.
Edhy menjelaskan pertumbuhan konsumsi ini terutama ditopang oleh subsektor restoran dan hotel yang melonjak 6,59 persen seiring tingginya pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi.
Serta maraknya berbagai event pertunjukan dan olahraga yang turut mengerek pertumbuhan subsektor transportasi dan komunikasi sebesar 5,83 persen.
Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga memberikan kontribusi besar terhadap PDB, yakni 30,81 persen.
Dengan demikian, konsumsi rumah tangga dan investasi secara gabungan menyumbang 82,78 persen terhadap PDB nasional pada kuartal III 2026.
Sementara itu, ekspor memberikan kontribusi sebesar 25,05 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan mencapai 4,59 persen secara tahunan.
Adapun konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara komponen pengeluaran, yakni 8,95 persen secara tahunan. Namun, kontribusinya terhadap PDB relatif kecil sebesar 7,28 persen.
Edy menyebut perkembangan itu sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN), serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa utamanya pada belanja-barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa,"pungkasnya.
BERITA TERKAIT: