Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono mengatakan, peran kantor perwakilan BI di daerah sangat vital, terutama dalam mengendalikan inflasi yang kerap dipengaruhi oleh ketersediaan dan distribusi komoditas utama.
Hal itu disampaikan Anton dalam kegiatan Pelatihan Wartawan Semester II 2026 bertema “Penguatan Ekonomi Regional untuk Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di Sabang, Aceh, Kamis, 5 November 2026.
Menurut Anton, meskipun pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi nasional berada di Jakarta, sumber daya alam serta komoditas utama justru banyak berasal dari daerah.
"Jakarta memang pusat, tetapi tidak punya sumber daya alam. Sumber komoditas ada di daerah. Dan sering kali ini menjadi penyumbang inflasi," ujar Anton.
Karena itu, BI perlu membangun koordinasi dengan berbagai instansi di daerah untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan komoditas utama. Langkah tersebut penting agar gejolak harga di daerah tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas.
Anton menjelaskan, BI memiliki 46 lokasi kantor di seluruh Indonesia serta lima kantor perwakilan di luar negeri. Jaringan kantor tersebut menjadi bagian dari upaya BI menjalankan tugasnya, termasuk menjaga stabilitas nilai rupiah melalui pengendalian inflasi.
"Bagaimana kami mengatur dengan instansi daerah untuk menjaga komoditas utama. Maka dari itu, kita akan mendiskusikan persoalan ini dari sisi regional dan nasional," jelasnya.
Dalam paparannya, Anton juga mengangkat asesmen dan tren perkembangan ekonomi regional, tantangan serta peluang daerah dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan.
Selain itu, BI mendorong program championship atau program unggulan untuk menjadikan ekonomi regional sebagai salah satu mesin pertumbuhan nasional.
Sinergi kebijakan BI dengan pemerintah daerah, termasuk optimalisasi peran kantor perwakilan BI di daerah, menjadi bagian penting dalam mengendalikan inflasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
BERITA TERKAIT: