Pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global memberikan ruang bagi mata uang Garuda untuk menguat pada perdagangan Kamis, 5 November 2026.
Berdasarkan data perdagangan Kamis pagi, Rupiah menguat 98 poin atau 0,54 persen ke posisi Rp18.070 per Dolar AS. Penguatan ini membawa Rupiah menjauh dari level Rp18.168 per Dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu.
Salah satu pendorong penguatan Rupiah adalah melemahnya Dolar AS setelah Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilu paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat (AS). Hasil pemilu tersebut meredakan ketidakpastian politik di negara tersebut dan turut mendorong sentimen positif di pasar keuangan global.
Pelemahan Dolar AS juga terlihat dari pergerakan indeks dolar yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pada Kamis pagi, indeks dolar turun 0,06 persen ke level 101,41, melanjutkan penurunan 0,36 persen pada perdagangan sebelumnya.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi Rupiah setelah sebelumnya mengalami tekanan hingga menyentuh level Rp18.168 per Dolar AS.
BERITA TERKAIT: