IHSG Tancap Gas Tembus Lagi Level 5.000

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 05 November 2026, 09:18 WIB
IHSG Tancap Gas Tembus Lagi Level 5.000
Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Setelah sempat tertekan, pasar saham Indonesia mendapat angin segar pada perdagangan Kamis, 5 November 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat pada awal sesi, ditopang kombinasi sentimen positif dari luar negeri, terutama perubahan peta politik Amerika Serikat dan anjloknya harga minyak dunia.

Pantauan RMOL, IHSG dibuka menguat 1,60 persen ke level 4.998,34, bertambah 78,57 poin dari posisi penutupan sebelumnya. Penguatan kemudian semakin besar. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG sudah naik 2,33 persen atau 114,43 poin ke level 5.034,20, sekaligus kembali menembus batas psikologis 5.000.

Pada awal perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 13,27 juta lot dengan nilai sekitar Rp478,95 miliar. Aktivitas perdagangan diperkirakan terus meningkat seiring berjalannya sesi.

Salah satu sentimen yang menopang pasar datang dari Amerika Serikat (AS). Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR dalam pemilu paruh waktu (midterm elections), menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.

Kemenangan Demokrat diperkirakan mempersempit ruang gerak pemerintahan Trump, terutama terkait kebijakan luar negeri dan perang AS-Israel melawan Iran. Perubahan peta politik tersebut turut memunculkan harapan bahwa tekanan untuk mengakhiri konflik akan semakin besar.

Sentimen positif lainnya datang dari pasar energi. Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 8 persen pada Rabu, setelah investor melihat peluang meredanya konflik di Timur Tengah.

Minyak Brent jatuh 8,7 persen menjadi 94,62 Dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 8,3 persen ke 88,12 Dolar AS per barel. Keduanya mencatatkan harga penutupan terendah sejak 31 Agustus 2026. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan biaya energi dan inflasi global.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada pukul 11.00 WIB. Konsensus 15 lembaga memperkirakan ekonomi tumbuh 5,20 persen secara tahunan dan 1,33 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Selain data ekonomi, pelaku pasar juga menantikan konferensi pers Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencermati kondisi pasar modal dan perbankan, termasuk kemungkinan kebijakan baru guna mendorong pemulihan pasar saham domestik.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA