Dalam perdagangan Rabu 4 November 2026, waktu Amerika Serikat (AS) logam mulia ini melonjak lebih dari 100 Dolar AS per ons dan kembali menembus level 4.000 Dolar AS, didorong pelemahan dolar serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan politik Washington.
Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot sempat naik 115,4 Dolar AS menjadi 4.046,3 Dolar AS per ons. Kenaikan ini membuat emas berhasil bangkit lebih dari 170 Dolar AS per ons dibandingkan posisi terendah pekan lalu di 3.876 Dolar AS per ons.
Penguatan emas terjadi setelah Partai Demokrat memenangkan kendali atas kedua kamar Kongres AS dalam pemilihan paruh waktu pada 3 November. Hasil tersebut memunculkan kemungkinan perbedaan kepentingan antara Gedung Putih di bawah Presiden Donald Trump dan Kongres, sehingga menambah ketidakpastian terhadap kebijakan ekonomi AS.
Pelemahan Dolar AS yang mencapai level terendah dalam satu bulan turut memberikan dorongan bagi harga emas. Kondisi ini membuat emas lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat logam mulia semakin menarik karena emas tidak memberikan bunga.
Ketidakpastian geopolitik turut memperkuat minat terhadap logam mulia. AS dan Iran masih belum mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan. Trump juga belum menutup kemungkinan melanjutkan serangan setelah pemilihan berlangsung.
Di sisi lain, prospek harga emas masih dipengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Jika perbedaan kebijakan antara pemerintah dan Kongres menghambat investasi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi, The Fed berpeluang memiliki ruang lebih besar untuk memangkas suku bunga.
Meski demikian, kenaikan harga emas juga menghadapi sejumlah tantangan. World Gold Council memperkirakan permintaan emas di India tahun ini akan turun ke level terendah dalam enam tahun karena harga yang tinggi mulai membebani pembelian untuk investasi maupun perhiasan. Investor kini juga menantikan data tenaga kerja nonpertanian AS (nonfarm payrolls) untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed berikutnya.
Kenaikan turut terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak melonjak sekitar 4 persen menjadi 51,85 Dolar AS per ons, sementara paladium naik sekitar 4 persen dan platinum menguat 2,5 persen.
BERITA TERKAIT: