Hasil pemilu yang mengubah peta kekuatan politik di Washington meredakan ketidakpastian di kalangan investor dan mendorong minat terhadap aset berisiko, meski tidak semua sektor ikut menikmati reli tersebut.
Pada penutupan perdagangan Rabu, 4 November 2026, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.569,40 poin atau 3 persen ke level 53.356,12. Sementara itu, S&P 500 naik 1,6 persen atau bertambah 119,7 poin menjadi 7.688,62, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,4 persen atau 364,50 poin ke posisi 25.736,51.
Reli tersebut terjadi setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS. Kemenangan ini dinilai dapat menciptakan keseimbangan kekuatan politik di pemerintahan, sehingga mengurangi ketidakpastian kebijakan yang selama ini menjadi perhatian pasar.
Namun, penguatan Wall Street tidak diikuti seluruh saham teknologi. Perusahaan teknologi besar yang memiliki modal kuat justru mencatat kenaikan, sementara operator pusat data dan sejumlah pemasok infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan jual.
Microsoft dan Amazon masing-masing melonjak 6,7 persen, sedangkan Alphabet menguat 6,1 persen dan Meta Platforms naik 1,4 persen. Sebaliknya, saham operator pusat data Hut 8 anjlok 23 persen, IREN merosot 11 persen, Core Scientific turun 10 persen, dan Applied Digital melemah 6,7 persen.
Perbedaan arah ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan melambatnya pembangunan pusat data di AS. Kemenangan Demokrat di sejumlah wilayah penting, termasuk Texas dan Georgia, memunculkan ekspektasi bahwa penolakan masyarakat terhadap ekspansi pusat data dapat mendorong regulasi AI yang lebih ketat.
Dampaknya juga terasa pada saham semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor anjlok 3,1 persen hingga menyentuh level terendah dalam enam bulan. Meski demikian, saham AMD berhasil naik 1 persen setelah perusahaan memperkirakan pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dari ekspektasi pada 2027, didukung lonjakan penjualan pusat data.
BERITA TERKAIT: