Kemenangan politik tersebut, dipadu dengan meredanya ketegangan geopolitik serta rilis laporan keuangan perusahaan yang solid, sukses mendongkrak selera risiko investor di seluruh kawasan.
Indeks utama Eropa merespons positif dinamika ini, di mana Euro Stoxx 50 memimpin dengan kenaikan 2,3 persen dan indeks Stoxx 600 secara luas bertambah hampir 2 persen.
Di Frankfurt, DAX 40 melonjak 2,2 persen dan ditutup di level 26.438, mendekati rekor tertinggi yang dicetaknya pada Agustus lalu sekaligus menjadikannya salah satu pasar berkinerja terbaik di Eropa. Sementara itu, FTSE 100 di London turut terkerek naik 1,9 persen menjelang keputusan suku bunga terbaru dari Bank of England.
Perubahan lanskap politik di AS yang diekspektasikan dapat membatasi agenda fiskal pemerintahan Trump serta mendorong penurunan imbal hasil obligasi memberikan angin segar bagi sektor perbankan.
Di Jerman, saham Deutsche Bank meroket 7,7 persen dan Commerzbank naik 4,8 persen, sedangkan di Inggris, HSBC melonjak hampir 5 persen diikuti oleh Lloyds, Barclays, dan Standard Chartered yang masing-masing menguat sekitar 4 persen. Selain perbankan, sektor energi terbarukan ikut bersinar di tengah keyakinan bahwa kemenangan Partai Demokrat akan memperkuat komitmen investasi energi bersih, dengan saham Orsted melesat 5 persen dan Vestas bertambah 3,1 persen.
Sentimen positif juga mendominasi emiten yang merilis kinerja keuangan yang kuat. Heidelberg Materials melonjak lebih dari 9 persen berkat laporan kuartal III 2026 yang melampaui estimasi sekaligus menaikkan target efisiensi biaya.
Namun, di balik meriahnya reli pasar, beberapa sektor justru tertinggal akibat perubahan dinamika makroekonomi dan politik. Sektor pertahanan tertekan menyusul kekhawatiran bahwa kendali Kongres AS oleh Demokrat dapat membatasi kenaikan belanja militer dan berdampak pada investasi pertahanan Eropa, yang menyeret saham Rheinmetall turun 3 persen dan BAE Systems merosot lebih dari 3 persen.
BERITA TERKAIT: