Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, mengatakan pembahasan PPA proyek kogenerasi telah menyelesaikan kesepakatan atas aspek-aspek fundamental. Saat ini, tim legal PGE, PLN, dan PLN Indonesia Power (PLN IP) tengah memeriksa dokumen sebelum kontrak ditandatangani.
"Hal-hal yang sifatnya material, hal-hal yang sifatnya fundamental itu sudah kita sepakati. Jadi lebih ke arah pembahasan PPA untuk melihat sesuai dengan kata-kata, jadi lebih ke proofreading kalau bahasa kontraknya," kata Edwil dalam media briefing di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
Ia berharap penandatanganan kontrak dapat terealisasi pada akhir tahun ini. PPA tersebut menjadi PPA pertama PGE sejak perusahaan tercatat di bursa.
"Kalau ini bisa ditandatangani di bulan Desember depan tentunya ini suatu milestone utama bagi PGE. Kenapa? Lebih dari 10 tahun PGE tidak memiliki PPA baru," ujarnya.
Berdasarkan paparan PGE, proyek kogenerasi tersebut mencakup kapasitas 30 megawatt (MW) di Ulubelu, Lampung, dan 15 MW di Lahendong, Sulawesi Utara. Total investasi kedua proyek tercatat sebesar 109 juta Dolar AS dan 61 juta Dolar AS.
Setelah penandatanganan PPA, PGE menargetkan proses pembentukan perusahaan patungan atau joint venture company (JVCo) dan persiapan pendanaan pada kuartal I 2027. Proyek kemudian dijadwalkan memasuki tahap kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) pada 2028, dengan target operasi komersial atau commercial operation date (COD) pada tahun yang sama.
BERITA TERKAIT: