Aksi jual yang meluas membuat mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona merah, menyeret indeks turun hampir 1,5 persen.
Pantauan
RMOL, IHSG dibuka di level 4.856,96 atau melemah 0,97 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 4.904,29. Tekanan semakin besar setelah perdagangan dimulai. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG sudah turun 1,49 persen ke posisi 4.831,14, bahkan sempat menyentuh level terendah 4.828,92 atau melemah 1,54 persen.
Berdasarkan data perdagangan sekitar pukul 09.12 WIB, IHSG tercatat turun 1,40 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 577 saham melemah, hanya 94 saham menguat, sedangkan 292 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp1,459 triliun dengan volume 4,647 miliar saham dan frekuensi 182.200 kali transaksi.
Tekanan terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar. Saham Bank Mandiri (BMRI) turun 0,56 persen ke Rp3.570, sedangkan Bayan Resources (BYAN) terkoreksi 4,65 persen ke Rp8.200. Sebaliknya, saham Bank Central Asia (BBCA) menguat 0,41 persen ke Rp4.860 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 0,75 persen ke Rp2.680.
Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan gejolak di dalam negeri. Salah satu perhatian investor adalah kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dikhawatirkan menambah ketidakpastian politik serta memengaruhi persepsi risiko investasi di Indonesia.
Dari luar negeri, perhatian pasar tertuju pada pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang berpotensi mengubah peta kekuatan politik di Kongres. Partai Demokrat diperkirakan berpeluang merebut mayoritas kursi DPR, sementara persaingan di sejumlah negara bagian akan menentukan penguasaan Senat. Perubahan komposisi Kongres dapat memengaruhi agenda kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.
BERITA TERKAIT: