Indeks sempat melesat ke atas level 5.100 sebelum akhirnya berbalik melemah pada awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan pukul 09.14 WIB, IHSG turun 8,78 poin atau 0,17 persen ke level 5.088,05. Padahal, saat pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat 29,70 poin atau 0,58 persen ke posisi 5.126,53.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks saham lainnya. Indeks LQ45 turun 0,05 persen ke 517,64, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,10 persen ke 292,67, sedangkan IDX30 terkoreksi 0,12 persen ke 290,88. Indeks Kompas100 turun 0,05 persen ke 656,74 dan Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) melemah 0,32 persen ke 169,72.
Sebelumnya, aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatat volume 3,59 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp129 miliar. Data perdagangan juga menunjukkan 267 saham menguat, 285 saham melemah, dan 411 saham tidak mengalami perubahan.
Pergerakan pasar saham domestik hari ini dibayangi sejumlah sentimen global dan dalam negeri. Dari eksternal, penurunan tajam harga minyak mentah dunia diharapkan menjadi katalis positif bagi pasar saham dan rupiah. Namun, pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang berlangsung hari ini berpotensi memengaruhi sentimen investor.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta rilis data inflasi. Kedua agenda tersebut menjadi perhatian di tengah tekanan yang masih membayangi pasar keuangan Indonesia.
BERITA TERKAIT: