Adapun, aksi demonstrasi kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengaku optimis bahwa para mahasiswa akan menyampaikan pendapat secara damai. Oleh karena itu, Sahroni berharap polisi bisa mendampingi demonstran secara humanis.
“Saya minta agar Polisi tolong jaga adik-adik saya, mahasiswa yang sedang demo. Pastikan semuanya berjalan lancar dan aman, karena ini memang salah satu cara menyampaikan kritik yang dilindungi undang-undang,” ujar Sahroni.
Kendati begitu, Legislator Nasdem itu pun meyakini bahwa jika terjadi aksi provokasi dan perusakan, hal tersebut bukan dilakukan oleh para mahasiswa yang berdemonstrasi.
“Dan saya yakin kalau ada pengerusakan-pengerusakan, itu bukan dilakukan oleh mahasiswa. Karena mahasiswa ini memahami betul bahwa demo tidak seperti itu. Jadi kalau sampai ada pengerusakan, itu pasti ada pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab,” katanya.
Dalam aksi peringatan Hari Sumpah Pemuda, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) beserta sejumlah elemen masyarakat sipil membawa setidaknya lima tuntutan, yakni:
1. Menetapkan status bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, dan menuntaskan integrasi tata kelola lahan.
2. Mewujudkan APBN untuk kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik melalui program populis seperti MBG dan KDMP.
3. Menurunkan biaya pendidikan, memberikan akses layanan dasar yang merata, dan menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
4. Menghentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan dan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5. Mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili pelanggar HAM, dan menghentikan militerisasi ruang sipil.
BERITA TERKAIT: