Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG berakhir di level 5.282, naik 16 poin atau 0,31 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Sebanyak 406 saham ditutup melemah, sementara 272 saham menguat dan 112 saham lainnya stagnan.
Mayoritas sektor berada di zona merah. Sektor infrastruktur mencatat pelemahan terdalam sebesar 2,13 persen, diikuti sektor energi yang turun 1,33 persen dan sektor barang konsumen siklikal (cyclical) yang melemah 0,66 persen.
Sebaliknya, sektor kesehatan menguat 1,71 persen, sektor keuangan naik 0,80 persen, dan sektor transportasi bertambah 0,31 persen.
Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 32 miliar saham dengan nilai transaksi Rp15 triliun dan frekuensi 1,5 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp9.273 triliun.
Di tengah perdagangan tersebut, BEI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026. Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Dari saldo tersebut, sebesar Rp1,564 triliun dialokasikan untuk pembagian dividen khusus. BEI menyebut pembagian ini sebagai yang pertama dalam sejarah perseroan.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, dividen tunai tersebut diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan per 27 Oktober 2026.
“Pembagian dividen tunai yang merupakan dividen khusus kepada para pemegang saham perseroan yang berhak, sebagaimana yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 27 Oktober 2026 dengan total nilai sebesar Rp1,564 triliun,” kata Jeffrey dalam konferensi pers virtual.
Selain dividen, RUPSLB menyetujui alokasi saldo laba ditahan sebesar Rp2 triliun sebagai dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan.
BERITA TERKAIT: