Dalam program tersebut, pemerintah menyiapkan 70 bus dengan kapasitas total 2.882 penumpang menuju 10 kota tujuan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan mengatakan, program mudik gratis untuk periode Nataru tahun ini disediakan khusus bagi pengguna transportasi darat.
“Ada mudik gratis. Untuk di darat kita menyiapkan 70 bus untuk 10 kota tujuan,” ujar Aan dalam konferensi pers di kantornya, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.
Adapun 10 kota tujuan tersebut meliputi Solo, Wonosobo, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Madiun.
Pendaftaran program ini dijadwalkan mulai dibuka pada 2 Desember 2026 melalui situs web resmi yang disediakan Kemenhub. Sementara itu, keberangkatan peserta akan dilaksanakan pada 22-23 Desember 2026.
Namun, layanan Mudik Gratis Nataru kali ini hanya mencakup perjalanan keberangkatan dan tidak menyediakan fasilitas untuk arus balik.
Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Rudi Irawan menjelaskan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, ketika tingkat keterisian bus untuk arus balik dinilai belum optimal.
“Saat ini masih berangkat saja, karena evaluasi tahun lalu kadang peminatnya (arus balik) nggak full. Jadi sekarang coba dioptimalkan untuk berangkatnya,” jelas Rudi.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama periode Nataru, Kemenhub juga akan memanfaatkan aplikasi MitraDarat yang dilengkapi fitur peta tematik berisi informasi pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check.
Selain itu, dasbor pemantauan akan ditampilkan di posko pusat dengan mengintegrasikan data dari berbagai pemangku kepentingan.
Kemenhub juga tengah membahas konsep Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pengaturan lalu lintas jalan dan penyeberangan, termasuk pembatasan operasional angkutan barang.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti kepolisian, Badan Pengatur Jalan Tol, dan lain sebagainya untuk manajemen lalu lintas situasional dan diskresi. Kami berharap penyelenggaraan Nataru tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 87,43 persen," pungkas Rudi.
BERITA TERKAIT: