Capaian tersebut tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Pertumbuhan laba BCA ditopang ekspansi kredit yang tetap terjaga. Hingga September 2026, penyaluran kredit BCA dan entitas anak mencapai Rp1.063 triliun, meningkat 12,6 persen secara tahunan.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, perseroan terus menyalurkan kredit ke berbagai sektor untuk mendukung perekonomian nasional dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta menjaga kondisi likuiditas.
"Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 4,2 persen year on year menjadi Rp45,2 triliun," kata Hendra dalam konferensi pers virtual, Selasa 27 Oktober 2026.
Selain memperkuat bisnis kredit, BCA juga terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi MyBCA untuk memudahkan transaksi nasabah.
MyBCA kini dilengkapi fitur widget yang memungkinkan nasabah mengatur akses cepat ke sejumlah layanan pilihan, mulai dari informasi mutasi rekening, transfer, QRIS, Flazz, hingga cardless.
BCA juga menghadirkan fitur Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah membeli dan menjual emas secara digital.
Sementara itu, layanan transfer valuta asing secara instan melalui MyBCA kini mendukung mata uang Dolar Singapura, Poundsterling Inggris, dan Dolar Kanada untuk transaksi ke Singapura, Inggris, dan Kanada.
Terbaru, BCA menghadirkan BCA Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi menggunakan QRIS dengan sumber dana dari KKI melalui MyBCA.
Hendra mengatakan, pengembangan berbagai layanan tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
"Kami terus berupaya menghadirkan berbagai produk dan solusi untuk menjawab kebutuhan nasabah serta memberikan pelayanan optimal kepada pengguna BCA di mana pun dan kapan pun," tandasnya.
BERITA TERKAIT: