Direktur Eksekutif Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin menilai, kebijakan tersebut positif di tengah polemik pernyataan pejabat Singapura yang dianggap merendahkan Indonesia.
“Apa yang disampaikan Bahlil merupakan hal yang positif bagi Indonesia, menjaga marwah dan harga diri bangsa,” ujar Ujang kepada
Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Selasa, 27 Oktober 2026.
Guru Besar Universitas Al-Azhar Indonesia ini berujar, kedaulatan negara juga tercermin dari kewenangan pemerintah dalam menentukan kebijakan energi dan perdagangan dengan negara lain.
“Kedaulatan harus dijaga, harga diri dan marwah bangsa juga harus dijaga. Oleh karena itu, kebijakan ESDM membatasi ekspor gas ke Singapura lantaran statement para pejabat Singapura menyerang Indonesia adalah dalam rangka menjaga kedaulatan itu,” tegasnya.
Bahlil sebelumnya mengeluarkan kebijakan pengurangan ekspor gas ke Singapura. Ia menegaskan, pemangkasan volume pasokan tidak melanggar kontrak karena masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga meminta Singapura saling menghormati dalam hubungan bilateral. Ia menyindir sikap negara tetangga yang dinilai meminta penghormatan saat membutuhkan, tetapi mengolok-olok Indonesia ketika menghadapi kesulitan.
“Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan, apalagi Menteri ESDM-nya. Tetapi saya juga minta, jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai; susah minta dihargai, senang mengolok-olok negara lain, gimana itu?" kata Bahlil dalam konferensi pers terkait ketahanan energi nasional, Senin, 26 Oktober 2026.
Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), ekspor gas pipa ke Singapura dipangkas menjadi 31 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 24 Oktober 2026. Pengurangan itu terdiri dari pasokan gas asal Natuna sebesar 15 MMSCFD dan Sumatra sebesar 16 MMSCFD.
Bahlil menjelaskan, ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura sebelumnya mencapai 409,55 MMSCFD. Dengan pengurangan 31 MMSCFD, volume yang dipangkas setara sekitar 8 persen dari total ekspor.
"Total ekspor gas pipa dari dua tempat, satu adalah dari lautan Natuna, satu adalah dari Sumatera. Itu totalnya sebesar 409,55 MMSCFD. Yang kemarin kita potong, itu adalah 31 MMSCFD, hanya kurang lebih sekitar 8%," ujar Bahlil.
BERITA TERKAIT: