Swasembada 8 Komoditas Pangan hingga Stok Beras Melimpah di Era Prabowo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 27 Oktober 2026, 16:12 WIB
Swasembada 8 Komoditas Pangan hingga Stok Beras Melimpah di Era Prabowo
Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri melakukan panen raya jagung belum lama ini. (Foto: Dok. Bakom RI)
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah mengklaim swasembada delapan komoditas pangan strategis pada 2026. Di saat yang sama, cadangan beras pemerintah (CBP) menembus 4,6 juta ton, ditopang realisasi pengadaan Perum BULOG yang telah melampaui target tahunan.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026 Badan Pangan Nasional (Bapanas), produksi delapan komoditas tersebut diperkirakan mencapai 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sebesar 68,22 juta ton. Secara agregat, terdapat selisih produksi dan kebutuhan sekitar 4,69 juta ton.

Delapan komoditas yang dimaksud meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut capaian tersebut sebagai perkembangan penting dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

"Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada," kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Dari delapan komoditas tersebut, jagung diproyeksikan mencatatkan surplus sekitar 1,56 juta ton, gula konsumsi 207 ribu ton, daging ayam ras 876 ribu ton, dan telur ayam ras 516 ribu ton. Sementara itu, surplus cabai besar diperkirakan mencapai 588 ribu ton dan cabai rawit 595 ribu ton. Bawang merah juga diproyeksikan surplus sekitar 63 ribu ton.

Neraca tersebut menjadi salah satu indikator ketersediaan pasokan dalam negeri. Namun, keberlanjutan swasembada tetap bergantung pada kemampuan menjaga produksi, distribusi, stabilitas harga, dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Pengadaan Beras Lampaui Target

Di sektor perberasan, realisasi pengadaan beras BULOG melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.131.492 ton setara beras hingga 11 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara 103,29 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Realisasi ini juga melampaui pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras.

Capaian tersebut melewati rekor pengadaan sebelumnya pada 2012 yang berada di kisaran 3,65 juta ton. Pengadaan dalam jumlah besar turut memperkuat cadangan beras pemerintah. Per 11 Oktober 2026, stok CBP tercatat menembus 4,6 juta ton.

Cadangan tersebut menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras, melakukan stabilisasi pasokan dan harga, serta mendukung penyaluran bantuan pangan sesuai kebutuhan. Meski demikian, besarnya stok perlu diimbangi pengelolaan distribusi dan penyaluran yang tepat agar cadangan pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif.

Capaian surplus delapan komoditas pangan dan rekor pengadaan beras menjadi indikator penting kebijakan pangan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan tersebut berkelanjutan dan benar-benar dirasakan masyarakat melalui pasokan yang terjaga serta harga yang terjangkau. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA