Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 15,12 poin atau 0,28 persen ke level 5.357,97.
Pada awal sesi, volume transaksi tercatat mencapai 4,94 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp168,18 miliar. Pergerakan indeks selanjutnya diproyeksikan akan sangat dipengaruhi oleh aktivitas transaksi serta arah pergerakan saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps).
Di jajaran saham big caps, pergerakan terpantau beragam. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,81 persen ke level Rp4.980 dengan kapitalisasi pasar Rp607 triliun. Sebaliknya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bergerak stagnan di posisi Rp2.910 dengan kapitalisasi pasar Rp436 triliun.
Tekanan juga dialami oleh PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang turun 2,76 persen ke level Rp175.000 (kapitalisasi pasar Rp417 triliun), serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melemah 0,51 persen ke Rp3.890 (kapitalisasi pasar Rp359 triliun). Sementara itu, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi salah satu penopang setelah menguat 1,20 persen ke level Rp10.500 dengan kapitalisasi pasar Rp350 triliun.
Dari sisi sentimen, penguatan bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) diharapkan mampu memberikan angin segar dan dorongan positif bagi pasar domestik. Kendati demikian, investor saat ini masih mencermati perkembangan kebijakan baru dari BEI yang diharapkan bisa mendongkrak kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Dari bursa global, dinamika konflik geopolitik serta rilis data ekonomi China tetap menjadi sorotan utama pelaku pasar. Berbagai faktor tersebut berpotensi besar memengaruhi sentimen investor dan menentukan arah pergerakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini.
BERITA TERKAIT: