Wall Street Hijau Terangkat Sektor Teknologi dan AI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 27 Oktober 2026, 08:19 WIB
Wall Street Hijau Terangkat Sektor Teknologi dan AI
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Wall Street kembali menghijau setelah saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mendapat dorongan dari rencana penawaran umum perdana saham (IPO) Anthropic. 

Sentimen positif ini mengangkat pasar saham Amerika Serikat (AS) pada awal pekan, di tengah penantian investor terhadap laporan keuangan perusahaan teknologi besar dan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 146,42 poin atau 0,28 persen ke level 52.361,58. Sementara itu, S&P 500 menguat 53,09 poin atau 0,70 persen menjadi 7.676,77, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 214,04 poin atau 0,83 persen ke posisi 26.169,38.

Pengajuan IPO Anthropic menjadi salah satu pendorong utama optimisme investor. Perusahaan pengembang AI tersebut mengungkapkan pertumbuhan pendapatan yang pesat, tetapi juga mencatat kerugian besar akibat tingginya biaya pengembangan teknologi. Rencana pencatatan sahamnya menjadi perhatian pasar yang tengah menilai apakah investasi besar-besaran di sektor AI mampu menghasilkan keuntungan sepadan.

Kenaikan Wall Street turut ditopang saham-saham semikonduktor dan perusahaan yang terkait dengan pengembangan AI. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 2,8 persen, meskipun masih terkoreksi 12,2 persen sepanjang bulan ini. Saham Lumentum naik sekitar 8 persen dan Coherent menguat 6 persen. Sektor teknologi S&P 500 menjadi sektor dengan kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama, yakni sebesar 1,5 persen.

Saham Tesla juga mencuri perhatian setelah melonjak 5,2 persen dan ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Kenaikan tersebut terjadi setelah Barclays menaikkan rekomendasi saham produsen kendaraan listrik itu menjadi overweight dari sebelumnya equal-weight.

Namun, tidak semua saham teknologi bergerak positif. Saham Meta Platforms turun 1,9 persen setelah perusahaan media sosial tersebut mengumumkan rencana menghimpun dana ekuitas hingga 95 miliar dolar AS untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI, termasuk pusat data dan kapasitas komputasi awan.

Kekhawatiran mengenai besarnya biaya investasi AI masih membayangi pasar. Kenaikan biaya pinjaman dinilai dapat mempersulit perusahaan untuk membenarkan belanja infrastruktur yang terus membengkak, terutama jika pertumbuhan pendapatan tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.

Pekan ini, perhatian investor juga tertuju pada laporan keuangan Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Hasil kinerja ketiga raksasa teknologi tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk menilai apakah belanja besar-besaran di sektor AI mulai menghasilkan pertumbuhan bisnis yang kuat.

Selain laporan keuangan, pasar menanti keputusan kebijakan The Fed pada Rabu serta data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS pada Kamis. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga, tetapi tekanan inflasi yang belum mereda membuat prospek kebijakan moneter selanjutnya tetap menjadi perhatian.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA