Indeks Euro Stoxx 50 naik 1 persen, sedangkan Stoxx 600 menguat 0,8 persen pada penutupan perdagangan Senin 26 Oktober 2026 waktu setempat.
Di antara pasar utama, CAC 40 Prancis bertambah 0,8 persen ke level 7.846, sementara FTSE 100 Inggris naik 0,7 persen. Italia mencatat kenaikan lebih dari 1 persen, sedangkan indeks Jerman menguat di tengah sentimen positif regional.
Penurunan harga energi mendorong saham perjalanan dan rekreasi naik lebih dari 1,5 persen. Saham perbankan, otomotif, serta barang dan jasa industri juga menguat lebih dari 1 persen.
Di Prancis, saham perbankan menguat menjelang rilis laporan keuangan. BNP Paribas dan Société Générale masing-masing naik 2,4 persen, sedangkan Crédit Agricole bertambah 1,2 persen. Saham barang mewah turut menopang CAC 40, dengan Hermès melonjak 3,6 persen setelah melaporkan pendapatan semester pertama sebesar 8,2 miliar euro, tumbuh 6 persen secara tahunan.
Sementara itu, di Inggris, saham teknologi dan pertahanan menjadi penopang FTSE 100. Computacenter melonjak lebih dari 10 persen setelah menaikkan proyeksi kinerjanya berkat kuatnya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI). Babcock naik 6,5 persen, Rolls-Royce menguat 5,7 persen, dan BAE Systems bertambah 3,5 persen.
Harga minyak yang melemah juga mengangkat saham perjalanan. International Airlines Group dan InterContinental Hotels Group masing-masing naik sekitar 4 persen. Sebaliknya, saham energi tertekan, dengan Shell turun 0,8 persen dan BP melemah 1,1 persen.
Meski mayoritas indeks menguat, sejumlah saham bergerak berlawanan arah. Banco Santander turun sekitar 3 persen dan Telefónica merosot 7 persen di tengah besarnya eksposur kedua perusahaan terhadap Brasil. Galp juga anjlok lebih dari 10 persen setelah negosiasi dengan Moeve untuk menggabungkan bisnis penyulingan, bahan kimia, dan ritel bahan bakar gagal, meskipun Galp membukukan hasil kuartalan yang kuat.
Dari sisi kebijakan moneter, investor mencermati keputusan ECB yang diperkirakan mempertahankan suku bunga, meski peluang kenaikan pada Desember masih terbuka. Di Prancis, Moody’s mempertahankan peringkat utang negara pada Aa3 dengan prospek negatif, mencerminkan tekanan fiskal yang masih membayangi.
Sementara itu, survei sektor ritel Inggris menunjukkan kondisi membaik pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pelaku usaha masih memperkirakan penjualan akan kembali turun pada November.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa turunnya harga minyak dan optimisme terhadap permintaan AI membantu menopang saham Eropa. Meski demikian, investor masih mencermati arah suku bunga, prospek ekonomi, dan perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi pasar.
BERITA TERKAIT: