Harga Emas Dunia Bangkit saat Pasar Menanti Keputusan The Fed

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 27 Oktober 2026, 07:04 WIB
Harga Emas Dunia Bangkit saat Pasar Menanti Keputusan The Fed
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Harga emas dunia kembali menembus level 4.000 Dolar AS per troy ons setelah sempat menyentuh titik terendah dalam lebih dari tiga bulan. Pemulihan ini ditopang penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Mengacu pada data Refinitiv, harga emas ditutup menguat 0,52 persen 4.016,31 Dolar AS per troy ons pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Namun, pada Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 06.37 WIB, harga logam mulia tersebut terkoreksi 0,1 persen ke 4.012,49 Dolar AS per troy ons.

Sebelumnya, harga emas sempat turun hingga 3.975 Dolar AS per troy ons pada Jumat, setelah berada di bawah tekanan dalam beberapa sesi perdagangan.

Penurunan harga minyak dari lonjakan pekan lalu membantu meredakan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama. Meski demikian, harga minyak masih berada dekat level tertinggi dalam enam bulan di tengah ketegangan AS-Iran dan risiko gangguan pasokan energi.

Perhatian investor kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga setelah kenaikan pada September.

Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih menjadi perhatian. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan tersebut telah melampaui 80 persen.

Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Sebaliknya, meredanya kekhawatiran inflasi dapat memberikan ruang bagi emas untuk stabil, meskipun arah pergerakannya tetap bergantung pada kebijakan moneter dan kondisi pasar global.

Selain keputusan The Fed, investor menantikan data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS yang dijadwalkan rilis Kamis. Data tersebut menjadi salah satu acuan penting untuk menilai arah inflasi dan prospek kebijakan suku bunga.

Pelaku pasar juga mencermati keputusan bank sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan yang diperkirakan mempertahankan suku bunga, serta arah kebijakan Bank of Canada.

Pergerakan emas dalam waktu dekat akan sangat dipengaruhi oleh sinyal kebijakan bank sentral dan perkembangan inflasi. Keduanya menjadi faktor penting bagi investor dalam menentukan arah harga logam mulia setelah kembali ke kisaran 4.000 Dolar AS per troy ons. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA