Dikuti dari
Reuters, harga minyak mentah Brent turun 2,21 Dolar AS atau 1,89 persen menjadi 114,51 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,23 Dolar AS atau 2,16 persen menjadi 101,04 Dolar AS per barel.
Penurunan ini terjadi setelah harga minyak melonjak pada Jumat pekan lalu. Brent mencatat kenaikan sekitar 6 persen sepanjang pekan, sedangkan WTI naik 2,3 persen. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran gangguan pasokan setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengaku menyerang bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi.
Harapan meredanya konflik muncul setelah mediator dari Qatar berangkat ke Teheran pada Minggu untuk membantu meredakan ketegangan regional melalui koordinasi dengan Amerika Serikat. Namun, Arab Saudi menyatakan telah mencegat sejumlah rudal dan drone, menandakan ancaman keamanan di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda.
Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb akibat perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari juga masih menjadi perhatian. Analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menilai penurunan harga saat ini lebih mencerminkan penyesuaian posisi investor dan pengelolaan risiko, bukan perbaikan nyata terhadap kondisi pasokan minyak.
Di tengah ketidakpastian tersebut, perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, berencana mulai menyimpan minyak mentah di Singapura pada paruh kedua 2027 untuk memperkuat keamanan pasokan di Asia. Sementara itu, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, memperingatkan pasar energi pada 2027 belum tentu kembali ke kondisi sebelum perang Iran.
BERITA TERKAIT: