Pantauan
RMOL, IHSG dibuka naik 3,04 poin atau 0,06 persen ke level 5.442,30, dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.439,26. Pada awal sesi I, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.449,35 dan terendah 5.438,75. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp244,76 miliar dengan volume 5,23 juta lot.
Di jajaran saham berkapitalisasi pasar terbesar, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,50 persen ke Rp5.050. Sebaliknya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,37 persen ke Rp2.870, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melemah 0,55 persen ke Rp180.000, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,03 persen ke Rp3.860. Sementara itu, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) stagnan di Rp10.750.
Pergerakan pasar pekan ini akan dipengaruhi perkembangan geopolitik, keputusan bank sentral, serta data ekonomi utama. Dari China, investor mencermati Sidang Pleno Kelima Partai Komunis China pada 26-29 Oktober yang membahas arah kebijakan ekonomi dan industri. Data laba industri China periode Januari-September juga akan dirilis Selasa, 27 Oktober 2026, setelah pertumbuhannya melambat menjadi 15,7 persen pada Januari-Agustus.
Perhatian berikutnya tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve AS pada Rabu, waktu Amerika Serikat. Pasar memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75-4,00 persen. Investor juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai inflasi dan prospek kebijakan moneter. Sikap yang lebih ketat dapat memperkuat dolar AS dan menekan pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pada Kamis malam, investor juga menunggu data pertumbuhan ekonomi AS kuartal III yang diperkirakan mencapai 3,2 persen, naik dari 2,2 persen pada kuartal sebelumnya. Data inflasi PCE September turut menjadi perhatian karena merupakan salah satu acuan utama The Fed.
BERITA TERKAIT: