Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun mengatakan, kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada pasar modal, tetapi juga ditopang ketahanan pangan, energi, serta kemampuan menghadapi krisis.
Prabowo sebelumnya menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi MSCI dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Pernyataan itu merespons peninjauan MSCI terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia, menyusul persoalan tata kelola dan transparansi pasar.
“Bapak Presiden adalah ingin memberikan penguatan bahwa ekonomi Indonesia itu dibangun berdasarkan kekuatan rakyat Indonesia itu sendiri,” kata Misbakhun di DPP Partai Golkar, Minggu, 25 Oktober 2026.
Menurutnya, pesan tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak terlalu khawatir menghadapi tekanan pasar. Meski begitu, situasi sulit tetap harus disikapi secara hati-hati oleh para pengambil kebijakan.
“Jangan diartikan secara terlalu vis-a-vis seperti itu, tapi ini kan memberikan semangat, bahwa ada tekanan, iya, ada situasi sulit, iya,” ujarnya.
Misbakhun menambahkan, Komisi XI DPR telah berulang kali menggelar rapat untuk mengevaluasi dan memantau perkembangan pasar modal, termasuk penurunan kinerja bursa saham.
Ia menyebut reformasi pasar modal telah dilakukan secara serius dan struktural, termasuk melalui upaya demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk membangun kembali kepercayaan investor domestik maupun global.
“Memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional,” jelasnya.
Menurut Misbakhun, BEI juga telah beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan MSCI mengenai persyaratan yang perlu dipenuhi. Hasil pembahasan tersebut telah disampaikan kepada Komisi XI DPR.
“Jadi tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan,” tegasnya.
Ia mengingatkan gejolak pasar modal tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi nasional. Ketidakpastian geopolitik global juga dapat merambat ke perekonomian Indonesia sehingga perkembangan pasar perlu dicermati secara hati-hati.
BERITA TERKAIT: