Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Minggu, 25 Oktober 2026, 09:47 WIB
Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)
Kecil Besar
rmol news logo Teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon atau carbon capture & utilization (CCU) berpotensi menekan emisi industri sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi. 

Salah satu hasil penerapannya adalah soda ash atau natrium karbonat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai sektor manufaktur.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan, teknologi dekarbonisasi tersebut telah diuji coba selama sekitar dua tahun terakhir di PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur.

"Proyek dalam rangka mengurangi atau menghilangkan emisi karbon ini selama sekitar dua tahun terakhir telah diuji coba di industri PT Petrokimia Gresik," kata Sarmuji kepada wartawan, dikutip Minggu, 25 Oktober 2026. 

Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa teknologi hijau tidak hanya berpotensi mengurangi emisi, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan industri.

"Tapi dalam proyek ini kita bisa buktikan bahwa penerapan teknologi hijau dalam proses industri ternyata juga bisa menghasilkan manfaat yang lebih," ujarnya.

Soda ash yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembuatan kaca, kertas, keramik, tekstil, dan berbagai produk manufaktur lainnya. Sementara itu, kebutuhan soda ash di Indonesia masih harus dipenuhi melalui impor.

Peluang pemanfaatan produk domestik tersebut terlihat saat Sarmuji mengunjungi PT Xinyi Glass Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial & Port Estate (KEK JIIPE), Gresik. Perusahaan produsen kaca yang telah memasarkan produknya ke 45 negara itu masih mengimpor sebagian bahan baku, termasuk soda ash.

Sekitar 20 persen bahan baku yang digunakan Xinyi Glass Indonesia didatangkan dari luar negeri. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan tersebut menjadi offtaker atau pembeli soda ash yang dihasilkan melalui proses dekarbonisasi di PT Petrokimia Gresik.

Meski demikian, Sarmuji menegaskan bahwa penerapan teknologi CCU tersebut masih memerlukan evaluasi untuk memastikan kelayakannya pada skala industri yang lebih besar.

"Tentunya kami masih terus evaluasi supaya uji coba dekarbonisasi yang telah dilakukan di PT Petrokimia Gresik bisa berlaku untuk skala industri sehingga nantinya dapat memenuhi kebutuhan soda ash secara global," ucapnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA