Aksi korporasi tersebut setara dengan 0,37 persen dari total saham yang telah dikeluarkan AMMN, yang dilakukan di tengah gejolak pasar keuangan RI.
"Perseroan memperkirakan biaya pembelian kembali saham Rp1 triliun atau setara dengan 55,53 juta Dolar AS dengan asumsi Rp18.006 per dolar AS," tulis manajemen AMMN dalam prospektus terbaru, dikutip Sabtu 24 Oktober 2026.
Buyback saham dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027, tanpa memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).
Dalam pelaksanaannya, perseroan akan membeli saham pada harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya, sesuai ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023.
Perseroan menunjuk PT BCA Sekuritas untuk melaksanakan pembelian kembali saham tersebut. Adapun saham yang telah dibeli akan disimpan sebagai saham treasuri
Manajemen memastikan seluruh dana buyback bersumber dari kas internal perseroan. Dana tersebut tidak berasal dari hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) maupun pinjaman dalam bentuk apa pun.
AMMN juga menyatakan
buyback tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan operasional maupun likuiditas perseroan.
Adapun aksi pembelian kembali saham ini bertujuan memberikan tingkat pengembalian yang baik kepada pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor.
Perseroan berharap buyback dapat membantu harga saham mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
BERITA TERKAIT: