Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, bank sentral akan terlebih dahulu memantau keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand) rupiah maupun valuta asing (valas) di pasar keuangan.
Intervensi akan dilakukan apabila ketidakseimbangan pasokan dan permintaan valas memicu volatilitas nilai tukar rupiah yang melampaui batas toleransi BI.
“Kalau misalnya enggak ketemu (supply-demand valas), dan itu berpengaruh kepada pola volatilitas nilai tukar yang ada di luar toleransi kita, kami akan respons dengan operasi (moneter DNDF-Spot),” kata Erwin dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.
Erwin menjelaskan, pemilihan instrumen intervensi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu penarikan modal oleh investor asing.
Jika investor asing belum akan menarik dananya pada hari yang sama, BI akan mengutamakan instrumen DNDF untuk mengantisipasi risiko pergerakan nilai tukar. Sebaliknya, apabila penarikan modal dilakukan secara langsung pada hari itu, bank sentral akan melakukan intervensi melalui transaksi spot.
“Kalau masih bisa dengan DNDF, dengan pengertian mereka enggak mau keluar hari ini, kita cover dulu pakai DNDF dengan risiko di nilai tukarnya aman. Tapi kalau mau keluar hari ini ya kita masuk dengan intervensi SPOT,” kata Erwin.
Meski demikian, Erwin menyebut transaksi valas setelah munculnya sentimen MSCI sejauh ini masih berada dalam batas toleransi BI.
Dia mengakui, tekanan pasar sempat mendorong nilai tukar Rupiah terus bergerak melemah ke level Rp18.000 per Dolar AS. Namun, pelemahan tersebut dinilai masih dapat ditangani oleh BI.
“Sejauh ini kalau kami lihat tidak berlebihan pergerakan nilai tukarnya. Ya sempat melemah di atas 18.000, tapi enggak terlalu lama, kita masih bisa ngelola dengan baik, shock-nya secara perlahan mulai membaik,” tandas Erwin.
Untuk diketahui, nilai tukar rupiah ditutup melemah mendekati Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan Jumat 23 Oktober 2026 sore. Mengutip data Bloomberg, rupiah bergerak ke level Rp18.080 per dolar AS, melemah 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
BERITA TERKAIT: