Pantauan RMOL berdasarkan data historis perdagangan, saham DCII dibuka pada Rp182.875, sempat menyentuh level tertinggi Rp182.875 dan terendah Rp180.800 sebelum ditutup pada Rp181.000. Volume perdagangan tercatat sekitar 1.200 saham.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah struktur kepemilikan DCII yang terkonsentrasi pada empat pengusaha besar. Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Han Arming Hanafia, dan Anthoni Salim secara bersama-sama menguasai sekitar 77,64 persen saham perseroan.
Mengacu pada laporan registrasi pemegang efek per 28 Februari 2026, Otto Toto Sugiri menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 712.784.905 saham atau 29,90 persen. Otto juga menjabat sebagai Direktur Utama DCII.
Di urutan berikutnya terdapat Marina Budiman yang memegang 536.505.149 saham atau 22,51 persen. Marina menjabat sebagai Komisaris perseroan.
Sementara itu, Han Arming Hanafia menguasai 336.352.227 saham atau 14,11 persen. Adapun Anthoni Salim, pengusaha yang memimpin Grup Salim, memiliki 265.033.461 saham atau 11,12 persen.
Jika dijumlahkan, keempatnya menggenggam sekitar 1,85 miliar saham dari total 2,38 miliar saham DCII. Porsi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas saham perseroan berada di tangan empat pemegang saham utama.
Sebaliknya, saham yang tercatat sebagai free float atau saham publik yang memenuhi kriteria untuk diperdagangkan di bursa mencapai 442.168.200 saham, setara 18,55 persen dari total saham. Berdasarkan laporan yang dirujuk, porsi tersebut tidak mengalami perubahan.
Konsentrasi kepemilikan ini menjadi konteks penting dalam membaca pergerakan saham DCII. Dengan mayoritas saham dikuasai pemegang saham utama, porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan relatif lebih terbatas dibandingkan total saham perseroan.
Kondisi tersebut tidak serta-merta menjelaskan penyebab penurunan harga pada Jumat. Namun, investor dapat mencermati pergerakan harga bersama volume transaksi, likuiditas saham, perkembangan bisnis pusat data, serta perubahan komposisi pemegang saham untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai DCII.
BERITA TERKAIT: