Pramono-Teuku Riefky Bicara Industri Kreatif, "Negara Blok M" jadi Kebanggaan di WCCE 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 23 Oktober 2026, 21:15 WIB
Pramono-Teuku Riefky Bicara Industri Kreatif, "Negara Blok M" jadi Kebanggaan di WCCE 2026
The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Ada alasan mengapa anak muda Jakarta semakin sering menjadikan Blok M sebagai tujuan akhir pekan. Dari berburu kuliner viral hingga menikmati musik dan berkumpul bersama teman, kawasan di Jakarta Selatan itu tumbuh menjadi ruang pertemuan bagi berbagai selera dan komunitas kreatif. 

Popularitasnya bahkan membuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bergurau menyebutnya sebagai Republic of Blok M atau “Negara Blok M” .

“Blok M menjadi salah satu contoh sukses kawasan kreatif anak muda yang terintegrasi dengan jaringan transportasi umum MRT dan TransJakarta,” kata Pramono dalam sesi “Jakarta, Home for The Creatives” pada The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026.

Pramono menambahkan, dia ingin semangat serupa berkembang di kawasan lain sehingga Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga sebagai rumah bagi insan kreatif serta destinasi acara berskala internasional.

Ambisi ini ditopang oleh kontribusi ekonomi kreatif yang signifikan. Pramono mengungkapkan, sektor tersebut menyumbang lebih dari Rp410 triliun atau sekitar 11 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta.

“Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas merupakan penggerak penting bagi perekonomian kita,” ujarnya.

Dampak ekonomi itu terlihat dari penyelenggaraan berbagai acara di ibu kota. Pramono menyebut Pestapora di JIExpo Kemayoran dan konser The Weeknd di Jakarta International Stadium (JIS) pada September lalu menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar hanya dalam satu akhir pekan.

Sementara itu, Jakarta Fair Kemayoran tahun ini mencatat nilai transaksi Rp8,2 triliun dengan 6,1 juta pengunjung. Jakarta Great Sale yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Maret 2026 juga menghasilkan transaksi Rp26,8 triliun.

Selain mendatangkan penonton, acara berskala besar juga membuka peluang bagi sektor perhotelan, restoran, perdagangan, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mendorong ibu kota menjadi epicenter of events atau pusat penyelenggaraan acara yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara lebih luas.

“Saya menyebutnya, Epicenter of Events. Ketika mereka membawa orang ke Jakarta, kami ingin mengambil manfaat ekonomi untuk menjangkau sebanyak mungkin orang,” kata Pramono.

Untuk memperluas kesempatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyediakan Jakarta Creative Hub sebagai ruang bagi wirausaha muda dan kreator untuk mengakses fasilitas kerja bersama (co-working space), peralatan, pelatihan, serta peluang kolaborasi. 

Melalui inisiatif Creative Future Labs, pemerintah juga mempertemukan kreator muda dengan pelaku usaha kecil.

Pada acara itu, Pramono juga mengajak para delegasi WCCE untuk mencoba MRT dan mengunjungi Blok M. 

Ia menyebut transportasi publik Jakarta telah menempati peringkat ke-15 dunia, berdasarkan pemeringkatan yang disampaikannya, dan berharap pengalaman langsung dapat mengubah persepsi pengunjung terhadap ibu kota.

“Saya berharap seluruh delegasi yang datang dari berbagai tempat dapat menggunakan MRT. Anda bisa naik MRT menuju Blok M. Setelah itu, silakan berbelanja dan membelanjakan uang Anda di Blok M,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat industri ekonomi kreatif nasional. 

Katanya, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan tiga program unggulan, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia. 

Ketiga program dimanfaatkan untuk memperkuat talenta, mendorong lahirnya pegiat usaha kreatif baru, serta mengakselerasi produk kreatif lokal atau dari daerah-daerah di Indonesia sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Harapannya, ekosistem ekonomi kreatif bisa diperkuat dari hulu hingga hilir, sekaligus mendorong lebih banyak kota di Indonesia mengikuti langkah Jakarta.

“Jakarta bisa menjadi model bagi pembangunan industri ekonomi kreatif. Semoga semakin banyak kota lain di Indonesia yang tumbuh sebagai kota ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.

Teuku Riefky menambahkan WCCE 2026 yang juga berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta itu melibatkan lebih dari 80 negara partisipan dengan 6.100 peserta, 38 delegasi, dan 180 pembicara.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA