Pegiat ekonomi kreatif dan pendidikan, Muflih Dzakwan, menilai salah satu hal positif dalam dua tahun pemerintahan Prabowo adalah perhatian nyata terhadap kesejahteraan guru.
Hal tersebut disampaikannya dalam forum "Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menakar Realisasi Ekonomi Kreatif, Solusi Pengangguran Usia Muda di Jawa Barat” yang digelar Langkah Foundation di Haja Space, Jalan Cijawura 1, Kota Bandung, Kamis, 22 Oktober 2026.
Muflih mencontohkan seorang guru honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun dan akhirnya mendapat kesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa program Prabowo-Gibran mulai memberikan manfaat, terutama terkait kesejahteraan guru dan perbaikan fasilitas sekolah.
“Ketika pergantian kepemimpinan, Pak Prabowo punya semangat untuk menyejahterakan guru. Guru tersebut alhamdulillah terpanggil PPG,” ujar Muflih dalam keterangannya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurutnya, kesempatan mengikuti sertifikasi profesi sangat penting bagi tenaga pendidik. Selain mendukung kesejahteraan, langkah tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Muflih juga mengapresiasi program revitalisasi sekolah yang dinilainya memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk memperbaiki fasilitas. Ia menyebutkan, sekolah yang dikelolanya telah mengajukan program revitalisasi pada 2025 dan mendapatkan kesempatan pada 2026. Meski masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya, program tersebut dinilai membuka peluang perbaikan sarana pendidikan yang lebih baik.
“Dulu sekolah-sekolah harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan program revitalisasi. Sekarang aksesnya dirasakan lebih mudah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kota Bandung, Wahyu Pratama, memandang diskusi publik ini sebagai ruang penting bagi mahasiswa dan anak muda untuk memberikan masukan terhadap jalannya pemerintahan. Ia mengatakan, apresiasi terhadap capaian pemerintah perlu berjalan beriringan dengan kritik konstruktif agar kebijakan yang dijalankan semakin efektif.
“Tugas teman-teman mahasiswa dan anak muda memang mengingatkan. Harapannya, dari diskusi ini bisa lahir perbaikan dan ide-ide konstruktif supaya ke depan seluruh kebijakan, termasuk agenda pemerintahan, bisa berjalan lebih baik lagi,” ujar Wahyu.
Kendati demikian, ia turut menyoroti agenda swasembada pangan sebagai salah satu program pemerintah yang perlu dicermati perkembangannya. Menurutnya, pembangunan juga harus memperhatikan dampak sosial, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Wahyu juga menyinggung kebijakan fiskal dan efisiensi anggaran. Ia berharap pengelolaan anggaran tetap memberikan ruang yang memadai bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan publik dan pembangunan.
"Kebutuhan daerah di sektor pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja harus tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan kebijakan anggaran," pungkas Wahyu.
BERITA TERKAIT: