"Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia. Urutan ketujuh. We are the seventh biggest economy in the world. We are strong,” ujar Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 oleh OJK berlangsung di Grand Ballroom Convention JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Prabowo menjelaskan, pengukuran berdasarkan PPP mencerminkan kemampuan daya beli riil suatu negara. Menurutnya, posisi tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.
Prabowo juga menyoroti kemampuan pelaku usaha kecil dalam menciptakan produk inovatif bernilai tambah. Salah satunya, telur yang dikeringkan sehingga mampu bertahan hingga belasan bulan dan dapat kembali menjadi telur setelah diberi air.
Dia turut mengapresiasi petani kopi Indonesia yang telah mengekspor produk berkualitas, serta pengembangan benih kopi yang dapat ditanam di lahan rawa dan gambut.
“Saudara-saudara, we are strong, we are rich. Kita kuat dan kita kaya,” tegasnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa besarnya kekuatan ekonomi dan kekayaan sumber daya Indonesia harus diiringi pengelolaan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan.
“Tapi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita mengelola itu supaya bisa dirasakan langsung oleh rakyat kita yang paling memerlukan. Ini tantangan kita,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: