IHSG bergerak di rentang 5.185 hingga 5.422 sepanjang sesi pagi. Indeks dibuka pada level 5.328 sebelum melanjutkan penguatan hingga menjelang jeda perdagangan.
Mayoritas saham berada di zona hijau. Sebanyak 550 saham menguat, sedangkan 131 saham melemah dan sisanya stagnan. Dari sisi transaksi, saham BBCA, BBRI, dan BMRI mencatatkan nilai transaksi terbesar.
Penguatan juga terjadi di seluruh sektor saham. Sektor energi (IDXENERGY) memimpin dengan kenaikan 3,24 persen, diikuti sektor transportasi (IDXTRANS) yang menguat 2,60 persen dan sektor infrastruktur (IDXINFRA) sebesar 2,20 persen.
Sektor barang baku (IDXBASIC) naik 2,27 persen, barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) 1,77 persen, barang konsumen primer (IDXNONCYC) 1,91 persen, industri (IDXINDUST) 1,62 persen, kesehatan (IDXHEALTH) 1,61 persen, keuangan (IDXFINANCE) 0,87 persen, properti (IDXPROPERT) 1,34 persen, dan teknologi (IDXTECHNO) 1,06 persen.
Sejumlah indeks saham unggulan turut menguat. Indeks LQ45 naik 1,64 persen ke level 544,566, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) menguat 2,17 persen ke 317,684.
Indeks IDX30 bertambah 1,43 persen menjadi 305,037. Sementara itu, indeks MNC36 naik 1,45 persen ke level 239,407.
Di tengah penguatan pasar, investor mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan serta kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna juga menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terkait respons pemerintah terhadap ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
Dari eksternal, kenaikan inflasi Inggris dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis turut menjadi faktor yang diperhatikan investor dalam menilai prospek pasar.
BERITA TERKAIT: