BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 22 Oktober 2026, 12:06 WIB
BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja
Sebanyak 47 dari 50 peserta pelatihan menjahit garmen dan apparel di Kabupaten Kendal berhasil memperoleh pekerjaan atau merintis usaha mandiri (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Ruang Amal Indonesia melalui Program Amal Vokasi membuahkan hasil nyata. 

Sebanyak 47 dari 50 peserta pelatihan menjahit garmen dan apparel di Kabupaten Kendal berhasil memperoleh pekerjaan atau merintis usaha mandiri.

Pelatihan yang berlangsung pada 10-15 Agustus 2026 di Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, itu diikuti 50 peserta dari kelompok penerima manfaat zakat atau mustahik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 peserta atau 90 persen telah bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Kendal. Sementara itu, dua peserta lainnya atau 4 persen telah memulai usaha di bidang jahit.

Dengan demikian, tingkat penyerapan peserta ke dunia kerja dan kewirausahaan mencapai 94 persen. Adapun tiga peserta lainnya masih menunggu panggilan dari perusahaan dan akan terus mendapatkan pendampingan.

CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, mengapresiasi kepercayaan dan kolaborasi BAZNAS RI serta BAZNAS Kabupaten Kendal dalam penyelenggaraan program tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Kendal atas kolaborasi yang telah terjalin dalam pelaksanaan Program Amal Vokasi di Kendal. Capaian 94 persen ini merupakan hasil yang patut kita syukuri bersama,” ujarnya, dalam pernyataan kepada media di Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.

Menurut Slamet, capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat dikelola secara produktif untuk membuka akses keterampilan, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia juga menyampaikan selamat kepada para peserta yang telah memperoleh pekerjaan maupun memulai usaha mandiri. Slamet berharap kesempatan tersebut menjadi awal bagi peningkatan kesejahteraan peserta dan keluarganya.

“Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” tambahnya.

Slamet menilai keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Lebih dari itu, keterampilan yang diberikan harus mampu membuka akses pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup penerima manfaat.

Karena itu, keterkaitan antara materi pelatihan, kebutuhan industri, dan penempatan kerja menjadi faktor penting dalam pelaksanaan Program Amal Vokasi. Kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan dunia usaha juga diperlukan agar dampak pemberdayaan dapat diukur dan berkelanjutan.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Alifia Zahra Ramadhani. Setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan kerja, ia diterima bekerja di bagian sewing PT Eclat Textile International.

“Pelatihan dan pendampingan kerja dari Ruang Amal Indonesia dan BAZNAS sangat bermanfaat bagi saya. Alhamdulillah, setelah mengikuti program ini, saya diterima bekerja di bagian sewing PT Eclat Textile International. Saya bersyukur karena kini bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Alifia. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA