CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, kondisi tersebut tidak bisa dianggap enteng karena pasar modal Indonesia melibatkan sekitar 32 juta investor yang memiliki kepentingan langsung terhadap investasi.
"Kami memahami dan tidak menganggap ini sebagai sesuatu yang ringan. Di balik semua ini, kami paham bahwa dampaknya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari," kata Pandu dalam keterangannya di Instagram pribadi @pandusjahrir, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurutnya, masukan dari investor maupun penyedia indeks global perlu didengar sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pasar modal Indonesia.
“Kepentingan Indonesia justru kita perkuat dengan membangun pasar yang transparan, adil, dan dipercaya. Ini perlu kita tanggapi dengan serius karena berkaitan dengan kepercayaan investor,” tegasnya.
“Reformasi pasar modal yang sedang berjalan itu harus kita dukung dan pelaksananya harus bisa kita buktikan,” tambahnya.
Pandu menegaskan, usulan MSCI belum bersifat final. Pasalnya saat ini MSCI masih membuka konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi tersebut.
Di sisi lain, Pandu juga mengingatkan agar persoalan tata kelola pasar modal tidak serta-merta disamakan dengan kualitas fundamental perusahaan yang tercatat di bursa.
Menurutnya, perbaikan tata kelola pasar memang diperlukan, tetapi kekuatan bisnis perusahaan Indonesia tetap harus dinilai secara objektif dan berimbang.
"Ada persoalan yang perlu diperbaiki, tapi bukan berarti perusahaan-perusahaan di bursa kita memiliki fundamental yang buruk," tandasnya.
BERITA TERKAIT: