Tekanan jual yang terjadi sejak awal sesi membuat indeks turun ke level 5.217,14, terkoreksi 111,22 poin atau 2,09 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Saat pembukaan, IHSG tercatat berada di level 5.247,98 atau turun 1,51 persen. Pelemahan semakin dalam seiring berlanjutnya aksi jual yang menekan pergerakan indeks.
IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.250,94 dan menyentuh titik terendah di 5.213,34. Aktivitas transaksi mencatat volume sebesar 8,75 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp408,56 miliar.
Pergerakan pasar saham domestik berlangsung di tengah beragam sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar. Dari dalam negeri, investor mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan, serta kebijakan baru yang ditujukan untuk memperkuat penyaluran kredit oleh perbankan.
Selain itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait potensi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut menjadi perhatian. Prabowo memandang langkah tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap pasar keuangan nasional.
"Kita masih banyak gangguan, masih banyak kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita," ujar Prabowo dalam Sidang Paripurna Kabinet, Rabu.
MSCI tengah mempertimbangkan kemungkinan mengubah status pasar saham Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market. Konsultasi dengan para pelaku pasar dijadwalkan berlangsung hingga April 2027, sementara keputusan final ditargetkan keluar paling lambat pada 30 Juni 2027.
Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mundur menghadapi tekanan. Di sisi lain, investor masih menanti kemajuan reformasi pasar modal, terutama dalam hal transparansi kepemilikan saham dan penegakan ketentuan perdagangan. Kedua aspek tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi yang dilakukan MSCI.
BERITA TERKAIT: