Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi 4.137,94 Dolar AS per ons pada penuutpan perdagangan Rabu, 22 Oktober 2026 setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 15 Oktober.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember turut menguat 0,2 persen ke level 4.150 Dolar AS per ons.
Penurunan imbal hasil obligasi US Treasury acuan tenor 10 tahun untuk sesi kedua berturut-turut menjadi katalis positif bagi emas karena menekan biaya peluang memegang aset nirbunga.
Perhatian investor kini tertuju pada rapat kebijakan The Fed pada 27 hingga 28 Oktober serta rilis laporan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures / PCE) Amerika Serikat pekan depan guna mencari petunjuk arah suku bunga.
Mayoritas ekonom dari survei Reuters memproyeksikan bank sentral Amerika Serikat tersebut akan menahan suku bunga pada bulan ini, namun bersiap menaikkannya menjelang akhir tahun di tengah tekanan inflasi yang masih persisten.
Di sisi lain, pergerakan sejumlah logam mulia lainnya justru berada di zona merah. Perak spot turun 0,4 persen menjadi 57,73 Dolar AS per on, platinum terkoreksi 0,9 persen ke level 1.633,65 Dolar AS per ons dan paladium merosot 0,9 persen menjadi 1.092,75 Dolar AS per ons.
Sementara itu, pasar energi terpantau bergerak relatif stabil di tengah dinamika perundingan geopolitik global serta data persediaan minyak Amerika Serikat.
BERITA TERKAIT: