Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Rabu, 21 Oktober 2026, 16:32 WIB
Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI
Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi tekanan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. 

Prabowo mengakui pemerintah telah bekerja dengan baik, tetapi masih menghadapi tantangan besar dan berbagai persoalan yang harus diselesaikan.

Termasuk persoalan MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar modal. Kepala Negara menegaskan bangsa Indonesia tidak akan terintimidasi oleh pihak mana pun.

“Kita terus diancam, ya kan? Ada apa itu? Macam-macamlah, MSCI macam-macam. Mau mau menakut-nakuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!” tegasnya.

Prabowo juga menyatakan Indonesia memiliki kekuatan, keberanian, serta semangat pantang menyerah untuk menghadapi berbagai tantangan. 

Dia bahkan membuka kemungkinan melakukan penghematan lebih besar apabila kondisi membutuhkan langkah tersebut.

“Kita tidak takut! Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah, Saudara-Saudara sekalian. Kalau perlu, kita akan adakan penghematan besar-besaran. Kita akan lebih hemat lagi nanti,” tandasnya.

Sebelumnya, pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. 

Proses konsultasi dengan pelaku pasar dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan final akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari transparansi struktur kepemilikan saham hingga dugaan perdagangan terkoordinasi dan konsistensi penegakan aturan. 

Meski demikian, Indonesia belum resmi mengalami perubahan status dan masih tercatat sebagai Emerging Market selama belum ada keputusan final.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA