Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, investasi di KEK dinilai lebih efisien dibandingkan rata-rata investasi secara nasional.
Hal ini terlihat dari angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa besar modal dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi.
"KEK sudah membuktikan bahwa secara nasional ICOR kita sekitar 6, tapi di KEK rata-rata di bawah 4," kata Airlangga dalam Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan III Tahun 2026 di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurutnya, semakin rendah angka ICOR, semakin efisien penggunaan modal untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, investasi di KEK perlu terus didorong untuk membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jadi inilah salah satu yang harus terus didorong kalau kita melakukan investasi dengan ICOR 4, pertumbuhan 8 persen itu bisa kita capai," ujarnya.
Airlangga memaparkan, total investasi di KEK sejak pertama kali dibentuk telah mencapai Rp382,1 triliun. Investasi tersebut telah menyerap 302.000 tenaga kerja.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2026, investasi di KEK mencapai Rp46 triliun dengan penambahan 53.000 tenaga kerja. Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah.

BERITA TERKAIT: