Pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent naik 85 sen atau 0,78 persen menjadi 109,64 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 76 sen atau 0,78 persen ke level 98,58 Dolar AS per barel.
Kekhawatiran pasar meningkat setelah Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan sebuah kapal tanker superbesar terbakar usai menabrak ranjau laut di selatan Selat Hormuz. Menurut laporan media Iran, kapal tersebut disebut melanggar aturan yang berlaku. Perusahaan pelacak kapal Kpler juga melaporkan sedikitnya 18 serangan terhadap kapal selama dua pekan terakhir.
Ancaman juga datang dari kelompok Houthi di Yaman yang pada Senin mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah fasilitas dan wilayah di Arab Saudi, termasuk lokasi milik Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta bandara Riyadh dan Abha. Serangan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi di salah satu negara produsen minyak utama dunia.
Meski demikian, kenaikan harga minyak pada Rabu terjadi setelah kedua kontrak minyak utama itu melemah pada perdagangan sebelumnya. Harga Brent ditutup turun 76 sen atau 0,69 persen menjadi 108,79 Dolar AS per barel pada Selasa, setelah sempat menyentuh 111,99 Dolar AS per barel, level tertinggi dalam lima bulan. Sementara kontrak WTI untuk pengiriman November berakhir turun 1,87 Dolar AS atau 1,8 persen ke 101,79 Dolar AS per barel.
Di sisi lain, upaya diplomatik untuk meredakan konflik belum menunjukkan perkembangan berarti. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengatakan Teheran belum menerima tanggapan dari Arab Saudi maupun kelompok Houthi atas tawaran Iran untuk membantu memfasilitasi perundingan damai.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan stok minyak Amerika Serikat, yang diperkirakan turun sekitar 800.000 barel pada pekan yang berakhir 16 Oktober.
BERITA TERKAIT: