Pada pembukaan perdagangan, indeks Kospi Korea Selatan naik 1,8 persen, sedangkan indeks Kosdaq yang didominasi saham teknologi melonjak lebih dari 2 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,4 persen dan Topix naik 0,93 persen.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak stagnan, dan kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong diperdagangkan di level 24.001, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 23.867,74.
Penguatan bursa Asia terutama ditopang oleh pemulihan saham teknologi setelah hasil kuartalan terbaru SpaceX membantu menghidupkan kembali optimisme terhadap investasi infrastruktur AI. Perkembangan ini meredakan sebagian kekhawatiran investor setelah aksi jual tajam sebelumnya, meski prospek keuntungan dari belanja besar-besaran untuk teknologi AI masih menjadi perhatian pasar.
Di Korea Selatan, saham SK Hynix melonjak 6,38 persen, sementara Samsung Electronics menguat 5,03 persen. Kenaikan kedua perusahaan semikonduktor tersebut turut menopang pergerakan pasar saham Negeri Ginseng.
Saham Elice, perusahaan Korea Selatan yang bergerak di bidang infrastruktur AI, juga melonjak 29,92 persen. Kenaikan ini menjadi pemulihan tajam setelah sahamnya anjlok lebih dari 30 persen pada debut perdagangan Selasa.
Penguatan juga terjadi pada saham teknologi Jepang. Advantest, produsen peralatan pengujian semikonduktor, naik 5,31 persen, sedangkan Tokyo Electron menguat 3,02 persen. SoftBank Group turut mencatat kenaikan 4,70 persen.
BERITA TERKAIT: