Wall Street Bangkit, Saham Chip dan AI Rebound

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 20 Oktober 2026, 08:12 WIB
Wall Street Bangkit, Saham Chip dan AI Rebound
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Wall Street mencoba bangkit dari tekanan pekan lalu ketika investor kembali memburu saham-saham teknologi, terutama perusahaan semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI). 

Namun, penguatan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, waktu setempat, belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran pasar terhadap besarnya biaya investasi AI dan arah suku bunga.

Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan naik 290,85 poin atau 1,11 persen ke 26.430,89. Indeks S&P 500 turut menguat 0,41 persen atau 31,29 poin ke 7.690,73. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07 persen atau 36,38 poin ke 51.966,03.

Kebangkitan saham teknologi terlihat pada indeks semikonduktor Philadelphia yang melonjak 1,6 persen. Kenaikan ini mengakhiri penurunan selama delapan hari berturut-turut, ketika indeks tersebut kehilangan sekitar 15,7 persen. Pelemahan itu menjadi yang terpanjang sejak Oktober 2008.

Pekan lalu, saham-saham teknologi tertekan oleh kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi dapat menghambat investasi infrastruktur AI. Investor juga mulai mempertanyakan besarnya biaya pengembangan teknologi tersebut dan bagaimana perusahaan akan membiayainya.

Dari sejumlah saham yang bergerak menonjol, Amazon melonjak 5 persen setelah Morgan Stanley menetapkannya sebagai pilihan utama. Tesla menguat 3,8 persen, sedangkan saham Intel naik 2,4 persen setelah JPMorgan menaikkan rekomendasinya dari underweight menjadi neutral. Saham Cleveland-Cliffs juga melesat 16 persen setelah produsen baja tersebut mencatat laba kuartal ketiga di atas perkiraan analis.

Sementara itu, saham penyedia layanan komputasi awan CoreWeave berakhir turun 0,4 persen, meski sempat menguat setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasinya menjadi buy dari neutral. Saham perusahaan itu sebelumnya tertekan tajam akibat kekhawatiran terhadap beban utang sebesar 50 miliar Dolar AS.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA